Pertamina Patra Niaga latih istri awak mobil tangki berwirausaha

Kamis, 14 Desember 2017 | 18:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga Awak Mobil Tangki (AMK) PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina (Persero), mengajak istri mereka berwirausaha dengan membuat makanan ringan. Setidaknya, ada sekitar 25 istri AMK yang mengikuti pelatihan berwirausaha yang digelar di Terminal BBM Surabaya Group Surabaya pada Kamis (14/12/2017).

Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga Abdul Cholid mengatakan bahwa pelatihan kewirausahaan bagi istri AMK inj adalah  program Corporate Social responsibillity (CSR) dalam melakukan pemberdayaan ekonomi perempuan. Hal ini dilakukan agar mereka memiliki aktivitas atau kesibukan yang posotof dan bisa membantu keuangan keluarga.

Program pelatihan wirausaha yang diikuti oleh 25 orang istri AMT ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga AMT yang merupakan mitra dari Pertamina Patra Niaga dan ikut serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pada program CSR ini peserta diajarkan mengenai olah keterampilan pembuatan makanan ringan dan pembuatan kalung sulam. “Intinya agar keluarga AMK menjadi lebih sejahtera karena pendapatan mereka tidak hanya dari suami tetapi juga dibantu oleh istri dengan membuat beragam makanan ringan yang bisa dijual,” ujar Abdul Cholid.

Dijelaskannya, para AMT merupakan mitra PT Pertamina Patra Niaga dalam mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG/elpiji) kepada masyarakat sebagai penugasan dari PT Pertamina (Persero). Peran dan kontribusi AMT menopang kinerja operasional disadari betul oleh PT Pertamina Patra Niaga yang terus mengupayakan nilai-nilai tambah positif bagi AMT sehingga terwujud sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berintegritas melalui rangkaian kegiatan CSR.

Program CSR ini memiliki potensi besar dalam pengembangan wirausaha baru dan dalam hal ini Pertamina Patra Niaga ikut serta menciptakan wirausahawan yang berkualitas guna membangun kesejahteraan masyarakat yang berada di lingkungan sekitar. TBBM Surabaya Group menjadi salah satu lokasi kick off program untuk pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan wirausaha perempuan, yang akan segera diikuti oleh TBBM lainnya yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga di berbagai daerah.

Lebih jauh Abdul  Cholid menerangkan bahwa tantangan ke depan tidak hanya menciptakan wirausaha baru namun bagaimana peranan perusahaan dalam membangun bisnis keberlanjutan bersama masyarakat. “Saya perlu tekankan bagaimana peran wirausaha dalam pembangunan, makin banyak jumlah wirausaha maka pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik,” tegasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan wirausaha di Indonesia, Pertamina Patra Niaga berkomitmen mewujudkan wirausaha baru di 23 lokasi Terminal BBM yang dikelola melalui bantuan pelatihan dan pembinaan.  Selanjutnya Abdul Cholid menerangkan bahwa perusahaan tengah merancang kurikulum kewirausahaan yang berorientasi untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. “Wirausaha membutuhkan keberanian dan keteguhan dalam memenuhi kebutuhan hidup, maka seorang entrepreneur harus memiliki sifat percaya diri yang tinggi, berorientasi pada prestasi, berani mengambil resiko,  berjiwa independen, ulet, tekun dan selalu berpikir positif,” katanya.

Program CSR  yang dilaksanakan Pertamina Patra Niaga kali ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dan memperbanyak kesempatan kerja dengan cara mendorong perkembangan wirausaha produktif di Indonesia khususnya bagi para keluarga AMT yang berdomisili di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Apalagi kesempatan kerja dengan berwirausaha di berbagai bidang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh semua lulusan jenjang pendidikan mulai dari SD sampai lulusan universitas/perguruan tinggi.

Selain pelatihan wirausaha, PT Pertamina Patra Niaga juga terus mengembangkan program lainnya selama triwulan keempat tahun 2017, antara lain perawatan kesehatan gigi gratis berkala dan pemberian beasiswa pendidikan bagi putra-putri dari AMT yang berprestasi. Program ini juga yang akan terus diusung PPN selama tahun 2018. Semua program tersebut dirancang untuk terus memberi nilai tambah bagi kesejahteraan AMT dan membina hubungan antar mitra kerja yang profesional.

“Tahun ini, dana CSR kami mencapai sekitar Rp 2 miliar, Rp 1,7 miliar untuk beasiswa sekitar 400 anak AMT mulai SD hingga Perguruan Tinggi. Sisanya untuk program lainnya, termasuk program pengembangan kewirausahaan,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: