Tak ingin tertinggal, Perbarindo jajaki kerjasama dengan industri Fintech

Jum'at, 22 Desember 2017 | 09:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Makin menjamurnya pertumbuhan industri Financial Technologi (Fintech) dewasa ini menuntut industri perbankan lebih aktif untuk menjalin kerjasama. Hal ini dilakukan agar perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak jauh tertinggal.

Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Timur, Sujatno mengatakan bahwa saat ini, jalinan kerjasama dengan Fintech memang harus dilakukan. Untuk itu, Perbarindo Pusat telah melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan Fintech yang bisa bermitra dengan BPR. Beberapa program yang nantinya akan dikerjasamakn diantaranya adalah penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan juga pembayaran.

“Kemunculan Fintech ini sangat luar biasa dan kami tidak akan bisa melawannya. Kami harus menjalin kerjasama karena Fintech akan mengisi kekosongan yang selama ini tidak kami miliki ,dari sisi teknologinya,” ujar Sujatno saat Gathering dengan Media di Surabaya, Kamis (21/12/2017).

Ia berharap, kerjasama Perbarindo dengan Fintech akan secepatnya terjalin sehingga BPR di daerah akan segera menindaklanjutinya dengan perusahaan Fintech yang diminati. “Sampai sekarang masih dalam tahap penjajakan, harapan kami awal tahun depan kerjasama sudah diteken,” tambahnya.

BPR dinilai aman

Saat ini, jumlah BPR di seluruh wilayah Jatim cukup besar, mencapai 312 perusahaan atau sekitar 20 persen dari total BPR secara nasional yang mencapai 1.788 perusahaan dengan jumlah rekening yang mencapai 2 juta rekening. Dari jumlah tersebut, total dana yang terhimpun mencapai Rp 88 triliun dengan nilai yang dijaminkan mencapai Rp 82 triliun.

“Jadi, meletakkan uang di BPR ini sangat aman karena kami sudah bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan. Masyarakat tidak perlu khawatir sepanjang suku bunga yang diberikan bank tersebut masi h dalam ketentuan LPS yaitu sebesar 8,25 persen,” tambah Direktur Grup Perumusan Kebijakan LPS, Dimas Yuliarto.

Memang, ada beberapa kriteria penjaminan yang layak bayar jika hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti BPR  alami gulung tikar. Simpanan dinyatakan layak bayar apabila memenuhi kriteria 3T, Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS dan  Tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya memiliki kredit macet.kbc6

Bagikan artikel ini: