Pacu kinerja di 2018, Intiland andalkan proyek-proyek ini

Jum'at, 22 Desember 2017 | 15:32 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Di tengah kondisi pasar properti yang cenderung turun pada tahun ini, pengembang properti PT Intiland Development Tbk optimistis bisa menggapai kinerja positif. Beberapa proyek yang dikembangkan baik di Surabaya maupun Jakarta disambut positif konsumen.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer PT Intiland Development Tbk, Sinarto Dharmawan menuturkan, tahun 2017 ini, Intiland optimistis penjualan bisa lebih dari Rp 1,2 triliun, 40 persen diantaranya disumbang dari proyek di Surabaya. Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan kawasan perindustrian.

Untuk sektor hunian dan perkantoran, imbuh Sinarto, memang mengalami perlambatan pertumbuhan. "Over all masih baik kinerja kita, masih bisa mencapai target," katanya saat media gathering di Surabaya, Rabu (20/12/2017).

Untuk jenis proyek, Sinarto menegaskan, beberappa proyek baik hunian landed, apartemen, maupun office mendapat respon bagus dari konsumen. Perumahan Graha Natura misalnya, dengan konsep rumah dua lantai dengan harga sekitar Rp 1,7 miliar cukup laris-manis.

"Sementara untuk apartemen, penjualan Praxis dan Rosebay juga cukup bagus, dan tak ketinggalan office yang kami kembangkan penjualannya sesuai target," ulas Sinarto.

Berangkat dari kinerja di tahun ini, perseroan menyatakan optimismenya menatap tahun 2018. Dia bilang, pasar properti tahun depan masih akan tumbuh positif, meski akan ada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Pihaknya pun akan terus melanjutkan sejumlah proyek yang dikembangkan.

Diantaranya Spazio Tower, Praxis dan sejumlah proyek residensial apartemen dan landed house di Graha Natura, di Surabaya barat. Selain memasarkan produk properti untuk segmen menengah, Intiland tetap fokus pada core bisnis properti yang dikembangkannya yakni segmen premium.

“Dan pasar segmen ini masih tumbuh lebih baik dibandingkan pasar middle dan bawah. Indikasinya banyak properti segmen atas yang dibangun, masih saja laku di pasar,” ujar Sinarto.

Sinarto menambahkan proyek Spazio Tower di Surabaya Barat salah satu andalan Intiland dan responnya bagus. Dengan konsep yang berda, lebih adaptif dengan kebutuhan segmen milenial, menjadi strategi meraih investor masuk dan pembeli.

“Nantinya Spazio Tower semua kebutuhan ada, ada tiga peruntukan yakni ritel, office dan hotel. Bagi yang ingin ngantor bisa di co working space, bisa menjamu klien dan ngantor sementara sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Tahun depan, pihaknya juga pengembangan proyek Graha Golf, Rosebay dan konsep mixed used yang menjadi pilihan dan banyak diminati. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan ballroom untuk MICE, hingga perkawinan dengan kapasitas memadai. Ini sebagai bagian dari upaya memperbesar recurring alias pendapatan berulang.

Sinarto mengakui, pengembangan bisnis sewa tidak terbatas pada properti komersial saja seperti penyewaan ruang di pusat perbelanjaan. Menurut dia, hampir semua jenis properti bisa diarahkan ke recurring income. ’’Setiap unit usaha punya kesempatan, baik untuk dijual maupun disewakan,’’ ulasnya.

Khusus bisnis MICE, pihaknya akan membangun tiga gedung serbaguna di tiga lokasi, yakni berada di kawasan superblok Praxis, gedung perkantoran Spazio Tower, dan di kawasan perumahan Graha Famili Surabaya. kbc7

Bagikan artikel ini: