Mau tahu e-commerce yang banyak dikunjungi di Indonesia? Ini daftarnya

Rabu, 27 Desember 2017 | 09:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Baru-baru ini iPrice Group merilis analisa kejadian dan persaingan e-commerce Indonesia berdasarkan Google, jumlah pengunjung, aplikasi mobile dan media sosial. Tujuan riset ini adalah untuk melihat kembali pertumbuhan dan persaingan e-commerce Indonesia di tahun 2017.

Dalam siaran persnya, iPrice Group menganalisa e-commerce yang memiliki jumlah visitor bulanan terbanyak di tahun 2017. Lantaran tujuan dari setiap pelaku bisnis e-commerce adalah mendapatkan pengunjung sebanyak mungkin untuk diarahkan menjadi pembeli.

Guna mengetaui hal ini, iPrice Group mengumpulkan data dari Similarweb dari bulan Januari hingga November 2017. Kemudian iPrice Group menyusun peringkat 10 besar e-commerce berdasarkan jumlah rata-rata pengunjung per bulan di setiap kuartal. Berikut temuan yang iPrice Group dapatkan:

Lazada dan Tokopedia Bersaing di Puncak

Kedua e-commerce ini memang selalu bersikut di posisi pertama dan kedua. Lazada yang ada di posisi puncak telah melakukan banyak sekali promosi online, mulai dari promo anniversary di bulan Maret (Q1), promo bulan Ramadhan saat bulan Juni (Q2), promo 11.11 dan promo Harbolnas 12.12 (Q4).

Tokopedia yang berada di posisi kedua juga tidak kalah agresif dengan meluncurkan sistem booking tiket kereta di bulan Januari, bekerja sama dengan Unilever di bulan Februari, dan juga meluncurkan fitur baru “Zakat Online” sebagai penyedia layanan untuk populasi Muslim di Indonesia saat bulan Ramadhan.

Faktor lain yang secara tidak langsung berpengaruh adalah momen saat Jack Ma, pendiri Alibaba Group yang secara resmi ditetapkan menjadi salah satu penasihat  di Indonesia.

Bukalapak bertahan di posisi keempat saat Q1 dan Q2. Namun di penghujung tahun yakni di Q3 dan Q4 (Oktober-November), mereka berhasil menyalip di posisi nomor 3. Hal ini terjadi berkat sejumlah strategi yang dilakukannya, mulai dari kampanye hingga fitur terbaru bernama “Buka Emas”, yakni layanan di mana konsumen bisa membeli emas secara online. Di tahun ini Bukalapak juga mengumumkan mendapat pendanaan tambahan dan memproklamirkan diri sebagai unicornstartup.

Di Q2 Shopee berada di posisi ke tujuh. Namun berkat maraknya program-program, kampanye, dan promosi yang dilakukan, Shopee berhasil memasuki daftar 5 besar e-commerce dengan jumlah pengunjung terbanyak.

Sementara e-commerce besutan Djarum Group ini berada di posisi ke-5 pada Q1 dan Q2, namun selama Q3 dan Q4 (Oktober-November) mereka bertahan di posisi ke-4. Di tahun 2017, Bliblijuga melakukan gebrakan dengan mengakuisisi startup beberapa agen tiket perjalanan online, seperti Indonesia Flight dan Tiket.com. Selain itu,Blibli telah berkolaborasi dengan salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia, yakni Unilever.

Pada rentang Q1 dan Q2, Zalora bahkan tidak masuk ke dalam daftar 10 besar. Namun di Q3 mereka berhasil menginjak posisi ke-10, dan di awal Q4, Zalora meningkat lagi di posisi ke-8. iPrice Group memperhatikan Zalora melakukan upaya promosi besar-besaran selama kampanye Single’s Day 11.11 dan Harbolnas 12.12. Kegiatan tersebut disinyalir memberikan dampak yang besar pada pengunjung bulanan mereka. kbc10

Bagikan artikel ini: