SoftBank sepakati akuisisi saham Uber senilai US$48 miliar

Sabtu, 30 Desember 2017 | 13:24 WIB ET

NEW YORK, kabarbisnis.com: Perusahaan teknologi Uber dan Softbank telah menyepakati pembelian saham Uber senilai US$48 miliar. Kesepakatan ini sudah lama dinantikan oleh pelaku pasar.

Pembelian saham Uber oleh SoftBank tersebut diharapkan dapat menyatukan dua perusahaan raksasa, yakni perusahaan investasi teknologi yang sangat ambisius dan salah satu perusahaan rintisan (startup) terbesar di dunia.

SoftBank menawarkan nilai 48 miliar dollar AS atas saham Uber. Angka ini lebih rendah 30 persen dibandingkan valuasi Uber pada Juni 2016 yang mencapai 68 miliar dollar AS.

"Kami sangat menantikan kerja sama dengan pembeli yang telah menyepakati transaksi, yang kami harapkan dapat mendukung investasi teknologi kami, mendorong pertumbuhan kami, dan memperkuat tata kelola perusahaan kami," tulis Uber dalam pernyataannya seperti dikutip dari CNBC, Jumat (29/12/2017).

Menurut warta Wall Street Journal, SoftBank bakal mengakuisisi 15 persen saham Uber. Pihak Uber sendiri tidak mengonfirmasi angka tersebut.

Dalam pernyataannya, SoftBank menyatakan aksi korporasi ini akan rampung pada Januari 2018. SoftBank pun menyatakan yakin dengan kemampuan Uber untuk membantu transportasi orang dan barang di seluruh dunia.

Uber beberapa waktu lalu menargetkan untuk mencatatkan sahamnya dengan skema IPO atau penawaran umum perdana (initial public offering) pada tahun 2019 mendatang. Namun, Uber mengalami kerugian miliaran dollar AS.

Uber membutuhkan modal dari SoftBank untuk terus membiayai ekspansinya. Sebelumnya, Uber menggantungkan diri pada perusahaan modal ventura dan investor, namun kini lebih membutuhkan SoftBank.

Bagi SoftBank, aksi korporasi ini akan memperkaya portfolio dalam pasar transportasi daring yang tengah tumbuh pesat. Selain Uber, SoftBank juga merupakan investor Didi Chuxing, pemegang saham terbesar operasional Uber di China.

SoftBank pun menanamkan modal pada perusahaan transportasi daring Asia Tenggara, Grab. Perusahaan sejenis asal India, Ola, juga didanai oleh SoftBank. kbc10

Bagikan artikel ini: