Kembangkan empat komoditas hortikultura prioritas ini, Kementan siapkan Rp932,85 miliar

Senin, 01 Januari 2018 | 15:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan program peningkatan produksi dan nilai tambah sub sektor hortikultura tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp 1,35 triliun. Budget ini meningkat Rp 421,59 miliar dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 928, 41 miliar .

Sebesar 69,11% atau Rp 932,85 miliar dianggarkan untuk membiayai pengembangan  empat komoditas hortikultura  yakni cabai, bawang merah, jeruk dan bawang putih. Khusus jeruk, rencananya akan dikembangkan di lahan seluas 2.500 hektare (ha) di 27 provinsi dan 51 kabupaten/kota.

“Kita beri prioritas komoditas jeruk karena impornya tinggi. Padahal, kita pernah jaya dengan jeruk,” ujar Spudnik kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Spudnik pengembangan sayuran dan  tanaman obat dilakukan baik kawasan utama dan penyangga serta perbatasan. Untuk komoditas aneka cabai dilakukan di 33 provinsi dengan target luas penanaman 13.500 hektare . Komoditas cabai besar akan dibudidayakan di 153 kabupaten/kota dan cabai rawit berada di 177 kabupaten/kota.

Sementara, untuk bawang putih akan dikembangkan di 19 provinsi atau tepatnya di 70 kabupaten/kota. Dengan luas areal penanaman ditargetkan mencapai 7.017 ha.Kemudian bawang merah akan dikembangkan seluas 6.000 ha di 28 provinsi.

Guna memproduksi umbi mini bawang merah (true shallot sheed)  rencananya ditanam  di 63 kabupaten/kota, bawang merah khusus umbi ditanam di 164 kabupaten/kota.Spudnik berharap kerjasama dinas pertanian  memperhatikan manajemen waktu tanam di sentra utama seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat.

Dengan begitu kemungkinan terjadinya over supply bawang merah dapat dihindari dan  kestabilan pasokan yang terus terjaga. Kementan juga fokus pengembangan penanaman bawang merah dikawasan penyangga seperti Sumatera,Kalimantan dan Papua yang selama ini harganya sangat rentan bergejolak.

Selain jeruk, Ditjen Hortikultura tetap memberikan penguatan peningkatan produksi untuk manggis, mangga pisang, durian, klengkeng, salak, nenas, srikaya dan sukun. Budget yang dianggarkan sebesar Rp 80 miliar (5,9%).

Pihaknya juga mencanangkan kegiatan peningkatan produksi sayuran di perbatasan yang dikembangkan di enam provinsi, 15 kabupaten/kota seluas 500 ha, serta buah-buahan seperti durian, klengkeng, salak, nanas, srikaya dan sukun seluas 240 ha di enam provinsi 15 kabupaten/kota.

“Pak Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan tahun 2018 adalah tahun hortikultura. Kita akan sisir, mana saja wilayah yang dapat berpeluang untuk diekspor ke negara tetangga, sehingga biaya produksi dan transportasinya tidak tinggi,” kata dia.

Guna menunjang dua kegiatan prioritas diatas , sambung spudnik mencanangkan sistem perbenihan dengan budget Rp 132,9 miliar (9,8%). Anggaran tersebut telah memperhitungkan sarana dan prasarana benih hortikultura di 2 provinsi, 30 provinsi dan dua kabupaten/kota.

Program lainnya yang disertakan dalam tahun 2018 ini adalah pengembangan sistem perlindungan hortikultura  yang terdiri atas dua kegiatan besar yakni desa pertanian organik di 250 desa, 21 provinsi dan penyiapengendalian OPT cabang dan bawang merah di 2000 ha di 33 provinsi. Untuk keperluan itu, dibutuhkan anggaran Rp 58 miliar (4,28%).

Sementara untuk fasilitasi paskapanen dan pengolahan diprioritaskan untuk komoditas cabai dan bawang  sebanyak 113 unit di 33 provinsi dengan buget Rp 23,8 miliar (1,76%). Terakhir, yakni program peningkatan usaha manajemen dan teknis yakni sebesar Rp 123 miliar (9,07%).kbc11

Bagikan artikel ini: