Thomas Lembong ramal e-commerce dan pariwisata jadi sektor penyumbang utama ekonomi RI di 2018

Rabu, 03 Januari 2018 | 12:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: E-commerce dan pariwisata dipediksi bakal menjadi sektor yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, keyakinan itu didasarkan pada pertumbuhan e-commerce yang mencapai 60-80 persen per tahun. Sementara Pariwisata pertumbuhannya mencapai 35-45 persen per tahun.

"Seperti yang saya uraikan tadi, jadi sektor e-commerce tentunya yah (bisa tumbuh di 2018), pertumbuhannya 60-80 persen per tahun, pertumbuhannya saja, kemudian pariwisata, investasi ke pariwisata itu pertumbuhannya 35-45 persen per tahun," katanya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Melihat pertumbuhan tersebut, Lembong yakin di 2018 kedua sektor itu berpotensi dapat menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, investasi ke sektor jasa potensinya paling besar, misalnya saja pendidikan.

"Makanya bapak presiden gencar mau menderegulasi, membuka sektor universitas, karena pasti banyak yang investasi dan banyak yang mau," ujarnya.

Menurutnya, selain mendatangkan investasi, membuka Universitas yang akan bekerja sama dengan lembaga internasional akan membuka lapangan pekerjaan. Serta membuka peluang kelas menengah menikmati gelar S1 dari lembaga internasional.

"Kalau umpamanya tidak usah keluar negeri bisa dapat gelar dari universitas internasional, itu kan luar biasa. Jangan universitas internasional jangan hanya dinikmati oleh orang kaya," jelas Lembong.

Dia menambahkan, meski 2018 merupakan tahun politik namun akan berdampak positif terhadap ekonomi. Sebab hampir bagi semua negara tahun politik itu stimulus terhadap ekonomi. Karena akan terjadi stimulus dari pengeluaran kampanye, seperti konsumsi kaos, spanduk, dan iklan.

"Semua acara-acara kampanye selalu ada makanan minuman, gathering, jasa angkutan, jasa penginapan, kebersihan, dan lain-lain. Pemerintah di tahun politik sengaja bikin kebijakan populer menstimulus terhadap ekonomi. Tahun politik itu tahun yang baik untuk ekonomi dan investasi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: