Penyaluran KUR tahun ini diyakini lampau Rp120 triliun

Kamis, 04 Januari 2018 | 18:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meyakini nilai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2018 akan melampaui Rp 120 triliun. Hal itu sejalan dengan adanya relaksasi penurunan bunga menjadi tujuh persen dan penerapan Skema KUR Khusus ke sektor perkebunan, peternakan dan perikanan rakyat.

"Kami menciptakan Skema KUR Khusus dan bunga KUR turun menjadi tujuh persen. KUR (2018) sebesar Rp 120 triliun, walaupun target penyaluran baru disetujui Rp 116,6 triliun," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir, di Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Dia menjelaskan, optimisme pemerintah bisa menyalurkan KUR 2018 sebesar Rp 120 triliun dikarenakan adanya relaksasi penurunan bunga menjadi tujuh persen dan pemberlakuan Skema KUR Khusus ke sektor perkebunan, peternakan dan perikanan rakyat.

"Nantinya, pemberian KUR melalui kelompok. Satu kelompok itu mempunyai beberapa anggota yang bisa sampai 20 orang. Kalau satu orang bisa menerima Rp 500 juta, maka satu kelompok bisa mencapai Rp 1 miliar," tutur Iskandar.

Dia menyebutkan, penurunan suku bunga KUR menjadi tujuh persen yang berlaku pada tahun ini merupakan keinginan Presiden Joko Widodo. "Pak Jokowi mengembangkan agar suku bunga tujuh persen merupakan (tingkat) yang layak untuk masyarakat kecil. Bahkan, sebenarnya struktur suku bunga sudah turun sejak empat tahun lalu," ujarnya.

Sehingga, jelas dia, jika perekonomian Indonesia dibiarkan dengan suku bunga di pasar yang tinggi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengan (UMKM) tidak akan mampu bersaing dan akhirnya gulung tikar. "Negara memberi subsidi bunga ke bank, sehingga bunga KUR yang diterima masyarakat tujuh persen," kata Iskandar.

Dia meyakini, penyaluran KUR pada Januari 2018 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir November 2017, total penyaluran KUR tahun lalu hanya mencapai Rp 91,3 triliun dari target sebesar Rp 106,6 triliun atau tersalurkan mencapai 85,6%. "Rasio NPL (kredit bermasalah) rendah sekali, hanya 0,22 % per November 2017," papar dia.

Lebih lanjut Iskandar merincikan, pada tahun ini target penyaluran KUR untuk tiga bank BUMN , PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 79,7 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 14,56 triliun dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 13,4 triliun.kbc11

Bagikan artikel ini: