50 Gerai ritel siap ubah konsep, Mendag: Tak ikuti lifestyle, bakal tergerus

Jum'at, 05 Januari 2018 | 11:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perubahan gaya hidup masyarakat dan perkembangan digital dewasa ini tidak bisa dihindari. Hal ini juga berimbas pada bisnis ritel di Tanah Air.

Bahkan kalangan pelaku usaha memperkirakan akan ada 50 gerai ritel yang tutup tahun ini dengan tujuan mengubah format bisnisnya menjadi gerai ritel mixed-use atau campuran. Nantinya, gerai-gerai ritel tersebut bakal banyak fasilitas mulai dari hiburan hingga kuliner.

Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyambut positif rencana dari perubahan konsep ritel tersebut. Menurutnya, perubahan konsep yang akan dilakukan oleh sejumlah ritel tahun ini merupakan langkah yang tepat, sebab saat ini ritel konvensional tidak bisa diam di tempat untuk bisa menjaring konsumennya.

"Jadi ini yang harus disesuaikan. Jadi kalau department store ini statis, dan tidak mengikuti lifestyle-nya maka dia akan tergerus. Dia harus menyesuaikan diri dengan itu," kata Enggartiasto di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Pria yang akrab disapa Enggar itu mengatakan, saat ini pola konsumsi masyarakat sudah bergeser. Masyarakat dinilai lebih senang untuk belanja pengalaman ketimbang barang. Belanja pengalaman ini biasa disebut leisure, contohnya liburan dan jalan-jalan.

"Jadi kalau sekarang kita lihat, saya tanya kereta api pertumbuhan penumpang itu sampai dengan 25% yoy. Dibandingkan dengan liburan lebaran ini meningkat, apa artinya? Mereka travelingnya lebih suka,"

Dirinya mencontohkan salah satu kasus yang dialami oleh PT Mitra Adiperkasa (MAP). Di satu sisi sejumlah gerai ritel yang dimiliki MAP tutup, namun keuntungan yang didapat oleh perusahaan juga meningkat. kbc10

Bagikan artikel ini: