Jangan tertipu dengan uang mutilasi, seperti apa?

Jum'at, 05 Januari 2018 | 13:07 WIB ET

SAMARINDA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat agar mewaspadai salah satu modus penipuan berupa uang mutilasi. Uang mutilasi adalah uang asli yang dipotong-potong lalu coba ditukarkan ke bank sentral guna mendapatkan jumlah yang lebih dari nominal aslinya. Modus penipuan berupa uang mutilasi ini juga ditemui di Balikpapan dan Samarinda.

Kepala Tim Operasional Pengedaran Uang Rupiah atau Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Sehono, mencontohkan, uang mutilasi bisa berupa uang 10 lembar dipotong jadi 12 lembar. "Bukan uang palsu, tapi uang asli. Jadi misalkan uang itu ditukarkan ke BI, uang itu tetap diganti tapi kita pastikan mereka tak akan bisa menipu dengan cara itu,” kata dia Samarinda, Kamis (4/1/2018).

Untuk memastikan para pelaku mutilasi uang tak bisa mendapatkan keuntungan, kata Sehono, maka Bank Indonesia memberikan syarat agar penukaran uang yang rusak jumlah persentasenya harus lebih dari setengah bentuk ukuran uang awal. “BI hanya akan mengganti potongan uang yang lebih dari separuh," ujarnya.

Sehono menjelaskan, secara teknis mutilasi uang tersebut terjadi misalnya saat 1 lembar uang dipotong-potong jadi 12 lembar. "Pasti ada yang ukurannya lebih dari separuh. Untuk menekan oknum itu, penukarannya itu dibatasi. Kalau sepuluh jadi 12 yang diganti tetap sepuluh saja,” katanya.

Pada 2017, peredaran uang palsu di Kalimantan Timur mengalami penurunan 36,7 persen. BI berharap pada 2018 peredaran uang palsu termasuk uang mutilasi dapat dicegah. Sedangkan, untuk uang inflow dan outflow di Kalimantan Timur terjadi peningkatan.

Deputi Direktur Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Timur I Nyoman Ariawan Atmaja menyebutkan, uang inflow di Kalimantan Timur pada 017 sebesar Rp 7,615 triliun uang kertas dan logam. "Atau meningkat 7 persen dibanding tahun 2016,” ujarnya. Sedangkan uang outflow di Kalimantan Timur dari Bank Indonesia sebesar Rp 11,208 triliun pada 2017 atau meningkat 2 persen dibanding outflow pada 2016. kbc10

Bagikan artikel ini: