Dikuasai barang China, Mendag minta e-commerce sediakan 80% buat produk lokal

Jum'at, 05 Januari 2018 | 13:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan jika pihaknya akan mendorong e-commerce untuk menjual 80 persen produknya hasil lokal, seperti yang telah dilakukan di gerai pusat perbelanjaan atau mal.

"Saya bilang tolong Anda lakukan, online ada rasionya sama seperti kita minta mal yang offline ada 80 persen produksi dalam negeri. Sekarang yang online masih belum," ujarnya di kantornya, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Penegasan Mendag ini menyusul pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyebut industri jual beli daring (online) Indonesia dikuasai produk China. Di mana, produk yang diperjualbelikan di e-commerce Indonesia, 94 persen buatan China.

Ditambahkan Mendag, pemerintah tetap akan mengenakan bea masuk pada barang-barang baik fisik maupun digital yang ditransaksikan di e-commerce. Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun aturan yang akan mengenakan pajak pada industri e-commerce. "Regulasi sedang disusun," kata Menteri Enggar.

Brand Manager Shopee Indonesia, Rezki Yanuar, menilai perbaikan infrastruktur yang dilakukan pemerintah akan membuat usaha kecil dan menengah (UKM) lokal berkembang. Dia percaya, ke depan, produk Indonesia bisa menyaingi serbuan China di industri e-commerce Tanah Air.

"Misi pemerintah Indonesia untuk pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia melalui berbagai inisiatif dan program menarik, termasuk penyediaan dukungan logistik dan pendidikan bagi penjual," ujarnya pada Merdeka.com.

Shopee, lanjutnya, saat ini memiliki penjual lokal yang tergabung di dalamnya. "Kami percaya pada potensi yang tinggi dari penjual lokal termasuk para UKM lokal menuju e-commerce Indonesia yang lebih baik," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: