Bakal jadi tren, perpaduan properti dan teknologi

Jum'at, 05 Januari 2018 | 14:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perkembangan teknologi kian massif diterapkan di sejumlah bidang, salah satunya properti. Fenomena ini bahkan diyakini akan banyak dilakukan pelaku bisnis, seiring dengan era digital saat ini.

JLL, perusahaan riset real estat dan manajemen investasi memprediksi, Proptech (gabungan dari properti dan teknologi) akan menjadi disruptor terbaru dalam real estate yang kemungkinan akan memiliki perkembangan cepat pada tahun 2018 ini.

Perusahaan-perusahaan startup proptech di Asia Pasifik telah menerima 60 persen atau senilai US$4,8 miliar dari US$7,8 miliar yang dihimpun oleh perusahaan-perusahaan start-up proptech global dari tahun 2013 sampai 2017.

Managing Director, Markets and Integrated Portfolio Services JLL Asia Pacific, Jeremy Sheldon mengatakan, dalam jangka panjang, digitalisasi layanan, adopsi dan otomatisasi dari Internet of Things (IOT) akan berdampak signifikan terhadap strategi perusahaan real estate, struktur tim serta proses-proses yang dilakukan.

"Pengenalan sistem dan perangkat IoT – sistem pintardan alat-alat yang beroperasi melalui jaringan - akan mendorong pemanfaatan dan kinerja portofolio real estate secara transparan. Bangunan-bangunan pintar akan membantu pemilik bangunan dan penghuni untuk memperbaiki kinerja dan menghemat biaya," ungkap Jeremy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/1/2018).

Prediksi lainnya, co-working space akan makin berkembang tahun ini. Perusahaan-perusahaan akan mendesain kantor yang keren untuk bertujuan mencari karyawan yang berbakat. Meskipun pengaturan biaya merupakan prioritas dalam pengelolaan bisnis, pencarian terhadap karyawan yang berbakat tidak kalah pentingnya.

Akan banyak organisasi yang menggunakan tempat kerja untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, menarik serta mempertahankan bakat.

Di tahun 2018 ini, perusahaan-perusahaan yang menggunakan co-working space diperkirakan akan terus berkembang.

Perusahaan yang menawarkan ruang dengan fasilitas berteknologi tinggi, personal dan inovatif - seperti ruang kerja kolaboratif, makanan dan minuman, area gym dan ruang kesehatan - akan menciptakan pengalaman human-centric yang menonjol dan menarik karyawan dengan bakat-bakat terbaik untuk bekerja di perusahaan tersebut.

"Perubahan untuk menciptakan pengalaman holistik adalah awal perubahan dari konsep ruang kantor. Ruang kerja masa depan harus dapat memenuhi kebutuhan karyawan, sekaligus mendorong efektivitas dan tingkat keterlibatan." kata Jeremy Sheldon.

Prediksi lainnya dikemukakan  Dr Megan Walters, Head of Research, JLL Asia Pacific. Dia memperkirakan, sektor alternatif akan menjadi pilihan bagi investor real estat.

Investor akan mencari peluang alternatif pada sektor real estate seperti perawatan lanjut usia/rumah jompo, perumahan siswa, pendidikan, pusat data, dan fasilitas penyimpanan/gudang pribadi bertujuan untuk variasi dalam portofolio mereka, serta untuk pertumbuhan jangka panjang.

"Kami mengamati adanya peningkatan ketertarikan dan peluang yang besar untuk pilihan alternatif dari real estate. Permintaan pada sektor-sektor ini  telah melebihi dari ketersediaan pasokan yang ada, dan permintaan dari segi demografis di wilayah tersebut telah berkembang dengan cepat," ungkap Megan Walters.

Dia menyebutkan, hasil investasi dari fasilitas penyimpanan/gudang pribadi lebih menarik dibandingkan dengan kelas aset tradisional lainnya, berkisar dari lima sampai tujuh persen di Tokyo dan Singapura, lima sampai delapan persen untuk Australia, dan sekitar delapan persen di China dan India," kata Dr Walters. kbc10

Bagikan artikel ini: