Pemerintah bakal atur harga telur dan daging ayam

Jum'at, 05 Januari 2018 | 14:56 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan bakal segera menentukan rentang harga di tingkat produsen untuk telur dan daging ayam.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, kebijakan rentang harga dibutuhkan untuk menjamin agar produsen mendapat harga yang wajar sepanjang tahun.

"Kita akan buat harga acuan dengan range supaya tidak naik dan tidak terlalu turun. Jadi, silakan bermain dalam range itu," ujar Enggar, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis (4/1/2018).

Pada pertengahan 2017 lalu, harga telur ayam sempat merosot tajam sampai peternak merugi. Hal itu terjadi karena produksi telur sedang tinggi sementara permintaan tetap. Kemudian, di akhir 2017, harga telur dan daging ayam meningkat hingga melebihi harga acuan pembelian di tingkat konsumen.

Jika dibiarkan, kata Enggar, kenaikan harga tersebut dapat menyumbang inflasi terhadap bangan pangan. Karena itu, agar harga stabil sepanjang tahun, pemerintah akan mengeluarkan instrumen kebijakan baru yang menyasar produsen.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan, hingga kini pihaknya belum menentukan kisaran harga tertinggi dan harga terendah untuk telur dan daging ayam. Dalam waktu dekat, Kemendag akan mengundang asosiasi peternak untuk mencari kesepakatan harga.

"Kita akan bahas dengan para pelaku usaha. Berapa sih harga yang pas, harga terbawah dan tertinggi, sehingga harga acuan di tingkat konsumen itu tidak terlampaui," ucap Tjahya.

Berdasarkan peraturan menteri perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017, harga acuan telur di tingkat produsen ditetapkan Rp 18 ribu per kilogram. Sementara, di tingkat konsumen harga telur ditetapkan Rp 22 ribu per kilogram.

Untuk daging ayam, harga acuan yang ditetapkan di level peternak Rp 18 ribu per kilogram. Adapun harga acuan daging ayam di level konsumen ditetapkan Rp 32 ribu per kilogram. kbc10

Bagikan artikel ini: