Drone gagal terbang, GoPro kembali pangkas 300 karyawan

Senin, 08 Januari 2018 | 15:02 WIB ET

SAN MATEO, kabarbisnis.com: Kabar kurang sedap datang dari perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, GoPro. Perusahaan yang terkenal dengan perangkat drone-nya (pesawat nirawak) ini dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 200-300 karyawannya.

Seperti dilansir dari Tech Crunch, Senin (8/1/2018), hal ini terungkap setelah seorang karyawan menerima surat PHK dari perusahaan. Perusahaan menjelaskan bila pemutusan hubungan kerja ini merupakan bagian dari restruktur bisnis.

Tujuannya untuk menyelaraskan sumber daya dengan bisnis. Meski surat PHK sudah disebarkan, karyawan yang terdampak masih akan bekerja dan menerima gaji pada 16 Februari mendatang. Sedangkan karyawan yang terdampak PHK adalah mereka yang berada di bawah Divisi Drone Karma.

Pengurangan karyawan di Divisi Drone GoPro sebenarnya sudah pernah dilakukan. Terlebih setelah berbagai kejadian menimpa drone Karma GoPro.

Karena drone besutan GoPro sempat mengalami masalah terbang. Dikabarkan, drone sempat beberapa kali kehilangan daya saat terbang sehingga GoPro menarik kembali unitnya dari pasaran. kbc10

Bagikan artikel ini: