Sektor pariwisata Bali tergencet berita hoax

Senin, 08 Januari 2018 | 23:32 WIB ET

DENPASAR, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Bali menyesalkan masih maraknya berita-berita hoax sehingga mengganggu pertumbuhan sektor pariwisata di Bali. Maklum selama ini provinsi ini mengandalkan sektor pariwisata sebagai penopang utama pendapatan daerah.

Kepala Bappeda dan Litbang Provinsi Bali I Putu Astawa mengungkapkan, berita hoax yang dimaksud adalah soal erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, di mana kondisinya sudah menurun namun diberitakan berbeda seolah-olah masih berbahaya untuk dikunjungi.

"Negara-negara kompetitor kita yang memiliki potensi pariwisata yang sama hampir setiap hari (berita hoax) diputar dan image-nya menjadi tidak bagus," kata Putu di Sanur, Senin (8/1/2018).

Menurut Putu, hanya ada satu cara untuk menangkal berita-berita hoax semacam itu, yakni dengan menyebarkan informasi sebenarnya ke penjuru dunia. Masyarakat diminta agar bisa ikut aktif memberikan pesan bahwa Bali aman dikunjungi dan kondisi Gunung Agung juga semakin membaik.

Berdasarkan keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (4/1/2018) lalu, dinyatakan area berbahaya erupsi Gunung Agung diturunkan menjadi 6 kilometer, dari yang sebelumnya 8 sampai 10 kilometer. Meski areanya diturunkan, BNPB masih menetapkan status awas atau level 4 untuk erupsi Gunung Agung.

"Harus sama-sama counter untuk memberi penjelasan sebenarnya apa yang terjadi. Nyatanya, sekarang kan semakin menurun aktivitas dari Gunung Agung," tutur Putu.

Data BNPB pada Kamis lalu menyebutkan, total warga yang mengungsi sebanyak 70.610 jiwa dan menempati 240 titik pengungsian yang tersebar di 9 kabupaten/kota. Dari penurunan area berbahaya menjadi 6 kilometer, sebagian pengungsi sudah diperbolehkan kembali ke tempat tinggalnya. kbc10

Bagikan artikel ini: