Terungkap, inilah kondisi pasokan BBM dan LPG awal 2018

Selasa, 09 Januari 2018 | 11:36 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) pada akhir pekan pertama 2018 terpantau normal di wilayah di Indonesia. Dilaporkan oleh Posko Nasional Sektor ESDM, Sabtu (6/1), ketersediaan stok BBM jenis Premium mencapai 34,89 hari; Solar/Akrasol: 19,23 hari; Pertalite: 19,78 hari; Kerosene: 64,05 hari; Pertamax/Akra92 : 17,23 hari; Pertamax Turbo: 33,94 hari; Pertamina Dex: 23,82 hari; Dexlite: 19,23 hari; LPG: 16,54 hari dan Avtur: 27,67 hari.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui inspektur migas dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) juga telah melakukan tinjauan lapangan secara langsung ke beberapa penyalur untuk memantau ketersediaan BBM dan LPG, serta memastikan sampai ke masyarakat dengan harga yang wajar. Beberapa hasil pemantauan BBM dan LPG sebagai berikut:

  1. SPBU 24.373.29 Merangin, Jambi, kondisi stok aman dan penyaluran dalam kondisi normal;
  2. SPBU 34.16102 Kota Bogor, Jawa Barat kondisi stok aman dan penyaluran di SPBU dalam kondisi normal;
  3. SPBU 44.501.23, Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, kondisi stok aman dan penyaluran dalam kondisi normal;
  4. SPBU 54.631.08, arah Madiun ke Nganjuk, kondisi stok aman dan beroperasi normal;
  5. SPBU SPBU 54.86101 Kota Maumere, Nusa Tenggara Timur, kondisi stok aman dan penyaluran di SPBU dalam kondisi normal;
  6. Kondisi Stok dan penyaluran SPBU 84.988.01, Kota Nabire, Papua dalam kondisi normal;
  7. SPBKB 10.2.4.003 Gringsing, Kab. Batang, Jawa Tengah, stok BBM aman dan penyaluran dalam kondisi normal. Stok BBM sebagai berikut: AKRASOL: 13.075 Liter dan AKRA 92: 17.157 Liter;
  8. SPBKB 20.1.2.008 Babatan, Kab. Lampung Selatan, Lampung; stok sebagai berikut: AKRASOL: 17.010 Liter dan AKRA 92: 11.816 Liter;
  9. Pendistribusian LPG 3 Kg di Pangkalan yang berlokasi di SPBU di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung stok aman terkendali;

Terkait mobil tangki BBM yang mengalami insiden di jalur tol Cikampek KM 51 pada Sabtu (6/1) malam pukul 19.00 WIB dilaporkan sudah berhasil dievakuasi pada Minggu (7/1) dini hari pukul 01.20 WIB. Evakuasi dilakukan setelah proses pemadaman dan pendinginan pascakebakaran selesai dilakukan.

Tangki penyalur BBM mengalami insiden dilaporkan memuat BBM jenis Pertamax sebesar 8 KL dan Pertalite 8 KL. Pertamina langsung mengganti supply mobil truk tersebut dengan mobil tangki lainnya untuk memasok SPBU di Jalan Cut Meutia, Bekasi Barat.

Untuk kondisi kelistrikan, secara keseluruhan daya mampu pasok nasional terpantau aman dengan kapasitas sebesar 35.819,01 MW dan beban puncak malam per tanggal 5 Januari 2018 sebesar 33.044,23 MW, sehingga terdapat cadangan daya nasional sebesar 2.774,78 MW. kbc10

Bagikan artikel ini: