Wah, Wapres JK beri sinyal akan impor beras

Rabu, 10 Januari 2018 | 05:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla meminta untuk mengkaji opsi impor beras kelas medium untuk menstabilkan harga di pasar yang terus bergejolak.

"Opsi impor tidak dilarang, tapi kita minta jajaki tadi, in case ada sesuatu perlu, in case, kalau memang makin naik itu harus impor segera," kata Kala kepada Wartawan di Kantor Presiden, Selasa (9/1/2018).

Wapres sebelumnya menggelar rapat terkait beras dengan para menteri dan pejabat terkait. Wapres menyampaikan hal itu menanggapi terkait terus merangkaknya harga beras kelas medium yang kini telah mencapai lebih dari Rp11.000 per kg, melampaui harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg.

Dalam Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras kualitas medium dalam tercatat terus mengalami kenaikan. Pada Minggu (7/1/2018), harga rata-rata nasional beras kualitas medium sebesar Rp 11.041, Senin (8/1/2018) meningkat menjadi Rp 11.131 per kg dan Selasa (9/1/2018) meningkat menjadi Rp 11.177 per kg.

Wapres dalam kesempatan tersebut meminta kepada Bulog untuk melakukan operasi pasar besar-besaran guna meredam kenaikan harga.Merujuk pada laporan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menurut Wakil Presiden, pada Januari ini juga akan terjadi panen beras untuk padi yang tanam pada Oktober lalu sehingga akan menambah stok beras. 

Untuk itu, ia berharap dengan operasi pasar dan adanya panen di Januari mampu menstabilkan harga.

"Untuk beras saja bahwa tadi sudah disetujui perintahkan operasi pasar besar-besaran keluarkan semua stok Bulog dan itu kita jamin insayallah pada akhir Januari panen sudah mulai, sehingga ketemu antara operasi pasar dengan panen," tuturnya.

Meski demikian, opsi impor semakin terbuka bila harga beras medium mencapai Rp 12.000 per kg. "Namun demikian, kita tidak mau ambil risiko, kalau satu dua hari masih naik, opsi impor harus tetap terbuka. Kalau mencapai harga Rp12.000 per kg itu harga medium ya, karena harga patokannya kan Rp9.300 an," ujarnya.

Kesempatan berbeda, sebelumnya melepas tim satgas operasi pasar beras di Gudang Bulog, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengakui gejolak harga beras yang terjadi disebabkan menurunnya jumlah pasokan beras, khususnya kelas medium. Karena OP beras akan terus digelar oleh Bulog sampai Maret mendatang apabila pasar memang membutuhkan.

Mendag meyakini adanya OP harga beras seharga Rp 9.300 per kg dibawah Harga Eceran Tertinggi, maka harga beras di pasaran akan beranjak turun. Dia pun meminta pedagang tidak spekulasi harga beras, mengingat apabila hal tersebut dilakukan mala akan berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan, kini beras Bulog berkontribusi 34-36% terhadap stok Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Padahal dalam situasi normal hanya berkisar 5-9%.

Setelah itu diikuti Jawa Tengah (20%), pasokan antar pulau 12,76% dan Krawang (11,3%),dan sisanya merupakan pasokan dari daerah lain.Selaku Bank Usaha Milik Daerah (BUMD), pihaknya berkepentingan menjaga stok beras. kbc11

Bagikan artikel ini: