Terungkap ramalan Bank Dunia soal ekonomi tahun ini: Suram atau cerah?

Rabu, 10 Januari 2018 | 13:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Dunia (World Bank) memprediksi, pertumbuhan ekonomi global akan kembali mengalami kenaikan pada tahun ini. Namun, capaian tahun ini diperkirakan tidak akan berlanjut pada tahun depan.

Laporan Global Economic Prospect (GEP) Januari 2018 menyebutkan, Bank Dunia memperkirakan ekonomi global akan tumbuh hingga 3,1% pada 2018 atau naik dari proyeksi capaian pada 2017 yang diprediksi menembus 3,0%.

Hal itu terjadi setelah investasi global diperkirakan akan melanjutkan pemulihannya. Dorongan lain datang dari berlanjutnya ekspansi di sektor manufaktur global karena arus perdagangan global kembali tumbuh. Pada saat yang sama, negara berkembang mendapatkan insentif yang besar dari ekspor komoditasnya yang didukung oleh menguatnya harga produk tersebut.

"Pemulihan ekonomi yang maksimal dan mendukung pertumbuhan global tahun ini terbilang sangat menggembirakan, tapi ini bukan saat untuk berpuas diri. Untuk itu tahun ni adalah kesempatan besar untuk berinvestasi pada modal baik tenaga kerja manusia maupun modal fisik,” kata Presiden World Bank Group Jim Yong Kim, dalam keterangan resminya, Rabu (10/1/2018).

Pernyataan Kim tersebut didasarkan pada proyeksi lembaga yang berbasis di Washington tersebut, yang menyebutkan bahwa ekspansi pada ekonom global yang terjadi saat ini, cenderung berlaku secara jangka pendek.

Hal itu tampak dari proyeksi pada 2019 yang menyebutkan bahwa produk domestik bruto (PDB) global akan tumbuh 3,0% atau melambat dari perkiraaan capaian tahun ini. Perlambatan pertumbuhan ekonomi seluruh dunia akan berlanjut pada 2020, yag diprediksi hanya akan mencapai 2,9%.

“Jika pembuat kebijakan di seluruh dunia fokus untuk meningkatkan investasinya berupa belanja modal, mereka dapat meningkatkan produktivitas negara, meningkatkan partisipasi angkatan kerja, mengakhiri kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kemakmuran bersama," lanjut Kim.

Secara rinci, pertumbuhan ekonomi negara maju pada tahun ini diperkirakan akan tumbuh melambat menjadi 2,2% dari 2017 yang diperkirakan mencapai 3,0%. Hal itu terjadi karena bank sentral di negara maju secara bersamaan mulai menghapus pelonggaran moneter dan fiskal mereka pascakrisis 2008/2009.

Sementara itu, di negara berkembang pertumbuhan ekonomi akan menguat menjadi 4,5% pada tahun ini, dari tahun lalu yang diprediksi mencapai 4,3%. Pada tahun selanjutnya, ekspansi diproyeksikan akan kembali berlanjut, di mana pada 2019 dan 2020 PDB kelompok negara ini akan menembus 4,7%.

Pertumbuhan yang kuat di pasar negara berkembang secara keseluruhan mendapat dukungan dari meningkatnya aktivitas ekspor dan kenaikan harga komoditas.

“Para pembuat kebijakan perlu melihat strategi baru di luar kebijakan moneter dan fiskal untuk merangsang berlanjutnya ekspansi yang diprediksi berjalan secara jangka pendek sehingga berdampak pada pertumbuhan secara jangka panjang,” tulis laporan itu. kbc5 

Bagikan artikel ini: