Diminta Jokowi jadi pemain utama bisnis logistik, Pos Indonesia: Kami belum siap

Kamis, 11 Januari 2018 | 21:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo meminta PT Pos Indonesia (Persero) sebagai tulang punggung pengiriman logistik yang menfasilitasi seluruh pemain di industri perdagangan online atau e-commerce. Namun perusahaan pelat merah itu menyatakan belum siap menjembatani seluruh layanan pengiriman e commerce ke pelosok negeri.

"Kami belum siap, tapi kami diberikan tugas itu," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono di Hongkong Cafe, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Gilarsi mengungkapkan selama dua tahun terakhir, perseroan masih kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan landscape bisnis digital ekonomi di dalam negeri meski PT Pos Indonesia memiliki infrastrutkur yang memadai untuk mengirimkan barang dari sender ke receiver.

"Dua tahun ini tidak cukup panjang untuk berubah, raksasa yang tertidur perlu bangun. Disrupsi tidak hanya mempengaruhi ritel company tapi juga mempengaruhi perposan," tutur dia.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan e-commerce ke depan, PT Pos Indonesia bakal membenahi infrastruktur pendukung khususnya sistem pelayanan dan pengiriman barang. Setidaknya perdagangan online diprediksi tumbuh 20 persen beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan itu akan meningkatkan volume pengiriman barang dari dua juta paket menjadi 20 juta paket per hari.

"Harus ada investasi yang berani untuk mengubah infrastruktur untuk mengantisipasi peningkatan volume barang yang harus dikirim 10 kali lipat," tutur dia.

Adapun perseroan menyiapkan sebesar Rp880 miliar untuk mengembangkan infrastruktur dan teknologi pengiriman logistik tahun ini. "Total investasi 2018 senilai Rp880 miliar," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: