Impor beras 500 ribu ton untuk hindari pengurasan stok pangan

Jum'at, 12 Januari 2018 | 17:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Keputusan pemerintah mengimpor beras 500.000 ton yang diperkirakan akan tiba akhir Januari ini mutlak dibutuhkan, meski hal ini berpotensi menekan harga gabah petani.

Direktur Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr Dodik Ridho Nurrochmat menilai, impor beras premium dengan setara harga jual beras medium Rp 9.450 per kilogram (kg) harus dilakukan untuk menahan gejolak harga beras di masyarakat. Impor bukan lagi soal pilihan, namun dibutuhkan untuk memperkuat stok pangan pemerintah.

Dia mengingatkan, bukan hanya petani yang harus diperhatikan, elemen masyarakat apalagi yang bermukim jauh dari akses pertanian juga harus dilindungi.

"Justru saya bayangkan akan ngeri kalau tidak impor beras. Karena selama belum ada panen raya maka harga beras akan terus bergejolak karena tidak imbangnya supply-demand," ujar Dodik kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Dodik menambahkan operasi pasar beras (OP) diyakini belum akan secara efektif meredam harga beras. Tanpa batas waktu, OP tersebut akan menghabiskan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 280.000 ton.

Padahal CBP beras juga diperuntukan sebagai bantuan sosial apabila sewaktu waktu terjadi bencana alam atau perubahan iklim ekstrem yang menyebabkan puso. Saat ini saja,  Bulog juga sudah mengeluarkan stok beras komersial yang kini tersisa 11.000 ton.

Penyaluran beras masyarakat sejahtera (rasta) 110.000-115.000 ton juga berpotensi terganggu, apabila pemerintah  tidak segera memperkuat stok beras ke pasar. "Bulog jadi bisa berkonsentrasi menyalurkan beras ke masyarakat menengah bawah," tegasnya.

Dodik juga melihat kuantum importasi beras 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand tersebut melalui PT Perusahaan Indonesia (PPI) merupakan nota kesepahaman bersama (MoU) dengan buyers. Hal ini memudahkan PPI memperoleh pemasok dengan kepastian harga.

"Kalau keputusan mengimpor mendadak -mendadak akan dimainkan buyers. Ketika pasokan beras langka, kita baru nyari, Thailand dan Vietnam sudah menaikkan harga dulu. Habis devisa kita," tandasnya.

Namun perintah itu juga harus memastikan aktivitas bongkar muat kapal pengangkut beras impor hanya di sejumlah pelabuhan tertentu. Ini dilakukan agar pemerintah dapat memudahkan pengawasan distribusi beras impor, sehingga akan meminimalisir risiko memberi tekanan harga gabah di tingkat petani.kbc11

Bagikan artikel ini: