LPS prediksi peran bank mulai digeser fintech

Sabtu, 13 Januari 2018 | 23:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dunia financial technology (fintech) di Indonesia pada 2018 diprediksi mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

"Perkembangan Fintech kita akan makin kencang pada 2018. Data-data tahun kemarin saja menunjukan kenaikan di angka yang double digit semua, lebih tinggi dari 2016," ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah di Equity Tower, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Selain itu, ia turut memaparkan nominal hasil transaksi yang terjadi di industri fintech pada tahun lalu yang jumlahnya dua kali lebih besar dari yang tercatat pada 2016.

"Angka pertumbuhan transaksi dari beberapa pemain besar di marketplace itu melompat. Totalnya kalo tidak salah, Rp 34,5 triliun. Sementara di 2016 itu hanya sekitar Rp 12 triliun atau Rp 13 triliun, lompat dua kali," tutur Halim.

Dia menambahkan, dunia fintech juga sedikit banyak akan mengambil peran yang biasanya dilakukan oleh bank, semisal transaksi dengan menggunakan uang digital.

"Pembayaran di sana juga kan kini sudah bisa langsung, tidak lagi menggunakan rekening di bank. Kita bisa menyimpan uang di rekening yang ada di marketplace, jadi kalau belanja tidak usah keluarin kartu kredit lagi, tinggal debit di situ," tandas dia.

Ketika ditanyai perihal apakah LPS bisa menjamin keberadaan uang yang ada di transaksi fintech tersebut, Halim mengatakan pihaknya belum dapat menjawab pertanyaan itu.

"Waduh, kita masih mengkaji. Kita belum punya aturan terkait itu, belum ada aturannya juga di BI. Hal ini yang ngatur nanti adalah BI dan OJK," tukasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: