Petrokimia Gresik bekali tentara kemampuan pemupukan dan budidaya pertanian

Rabu, 17 Januari 2018 | 13:38 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

GRESIK, kabarbisnis.com: Petrokimia Gresik memberi bekal ke Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terkait program ketahangan pangan nasional. Petrokomia Gresik (PG) memberikan sosialisasi pemupukan berimbang dan pengetahuan produk pupuk bersubsidi kepada Bintara Pembina Desa atau Babinsa.

Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, yaitu markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0725 Sragen, pada hari Selasa 16 Januari 2018, dan Kodim 0726 Sukoharjo, pada hari Rabu 17 Januari 2018, Provinsi Jawa Tengah. Sosialisasi ini melibatkan 500 personil Babinsa, yaitu 300 personil Babinsa Kodim Sragen dan 200 personil Babinsa Kodim Sukoharjo.

General Manager Pemasaran dan Logistik PG Kadek Kerta Laksana menyatakan terdapat tiga materi yang disampaikan oleh PG dalam sosialisasi ini. Pertama materi tentang pemupukan berimbang, khususnya pada tanaman padi. Kedua, materi pengetahuan mengenai produk pupuk bersubsidi. Ketiga, materi mengenai mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi.

“Pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan berimbang, khususnya pada tanaman padi, akan mempermudah Babinsa dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kepada petani,” ujar Kadek.

Selain itu, lanjut Kadek, sosialisasi ini sekaligus memberikan pemahaman terhadap bentuk atau ciri fisik pupuk bersubsidi. Hal ini mengingat maraknya peredaran pupuk-pupuk yang kemasannya menyerupai produk PG, namun kualitasnya tidak terjamin.

“Oleh karena itu, personil Babinsa yang tersebar di desa-desa bisa ikut aktif mengawasi dan mendeteksi keberadaan produk-produk tersebut dan bisa mengedukasi petani di lapangan terkait kemasan produk asli pupuk bersubsidi,” tambah Kadek.

Sementara itu, Komandan Kodim 0725 Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo mengungkapkan bahwa sejak penandatanganan MoU antara TNI AD dan Kementerian Pertanian pada tahun 2012, TNI AD memiliki tambahan tugas, yaitu mendampingi petani Indonesia untuk meningkatkan hasil pertanian.

Sebagai konsekuensi, maka TNI AD melalui personil Babinsa harus memiliki pengetahuan yang lebih di bidang pertanian. Sehingga TNI AD mampu menjalankan tugas pendampingan tersebut bersama penyuluh pertanian dengan optimal.

“Harapannya, Babinsa memiliki bekal untuk berbicara dan menyebarluaskan ilmu untuk kesejahteraan petani. Sehingga keberadaan Babinsa di daerah memiliki nilai tambah bagi petani,” ujar Camas di Kodim Sragen..

Di Sukoharjo, Komandan Kodim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Chandra Ariyadi Prokoso menyatakan bahwa melalui kegiatan ini Babinsa dapat memahami proses distribusi pupuk bersubsidi dengan lebih baik. Program ini juga menjadi ajang saling berbagi atau sharing pengetahuan, dan Babinsa dapat menybarluaskan pengetahuan ini kepada petani.

“Setelah dari kegiatan ini, Babinsa bisa berbagi pengetahuan tentang pupuk bersubsidi dan pemupukan berimbang kepada petani,” ujar Letkol Inf Chandra AP, Rabu (17/1).

Lebih lanjut Kadek menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara PG dan TNI AD. Karena keduanya mempunyai tanggungjawab yang sama, yaitu mengawal ketahanan pangan nasional. Dengan demikian, pemahaman terhadap pupuk bersubsidi dan mekanisme penyalurannya menjadi sangat penting bagi TNI AD.

“Bekal pengetahuan ini akan mengoptimalkan peran Babinsa dalam mengawal ketepatan penyaluran pupuk bersubsidi. Sehingga pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang membutuhkan,” tutup Kadek. kbc4

Bagikan artikel ini: