Wika Realty garap 12 proyek triliunan rupiah, apa saja?

Kamis, 18 Januari 2018 | 04:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Wika Realty mendapatkan kontrak 12 proyek pada 2018 dengan nilai triliunan rupiah. Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu menggarap proyek hunian tapak, hunian vertikal, dan proyek bersifat recurring project.

“Wika Realty melihat ada peluang-peluang untuk daerah tertentu yang serapan market-nya tinggi,” tutur Direktur Utama PT Wika Realty Agung Salladin.

Menurut Agung, pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil serta tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) yang masih cukup menarik (rendah) mampu mendorong permintaan akan properti.

Agung menjelaskan, untuk proyek high rise, pada 2018 ada ada lima proyek. Kelimanya tersebar di berbagai kota, yakni di Jakarta, Depok (Jawa Barat), dan Surabaya (Jawa Timur). Salah satu proyek itu adalah proyek Kelapa Gading, Jakarta yang mulai dipasarkan pada Semeste II-2018. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 1,9 hektare dengan nilai investasi Rp 1,4 triliun.

Adapun untuk rumah tapak merangkum empat proyek. Untuk kategori ini tersebar di Palembang (Sumatera Selatan), Tangerang (Banten), dan Soreang (Jawa Barat). Proyek terbesar di segmen hunian tapak ada di Lahan Bintaro, Tangerang yang mulai dipasarkan pada Semester II-2018. Luas tanah 7,3 ha dengan nilai investasi Rp 4,5 triliun.

Sementara itu, di sektor recurring project ada tiga proyek yang tersebar di Bandung dan Jakarta. Salah satu proyek di Jakarta terletak di Central Business Sudirman seluas 16.000 m2 dengan investasi Rp 12,5 triliun. “Persentase recurring income Wika Realty saat ini adalah 8,46%, akan kami tingkatkan menjadi 12%,” ujar Agung Salladin. kbc9

Bagikan artikel ini: