Tahun lalu turun, ini strategi Toyota dan Daihatsu angkat penjualan di 2018

Kamis, 18 Januari 2018 | 08:16 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pasar otomotif di Tanah Air pada 2017 memang hanya tumbuh tipis dibanding tahun sebelumnya. Sejumlah merek bahkan mengalami penurunan penjualan.

Berdasarkan data penjualan pabrikan ke diler (wholesales) Gaikindo 2017, tercatat penjualan Toyota sebesar 371.332 unit atau turun dari periode tahun sebelumnya sebesar 381.570 unit.

Sementara Daihatsu mencatat penjualan sebesar 186.381 unit atau turun dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 98%. Meski demikian baik Toyota dan Daihatsu masih meraih posisi penjualan pertama dan kedua secara nasional.

Vice President PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto menjelaskan pergerakan market share Toyota yang sedikit turun karena dinamika market dan pastinya persaingan terutama model baru di market.

"Model baru biasanya memang mempengaruhi pergerakan market," jelas Henry, Rabu (17/1/2018).

Untuk target tahun ini, Toyota berusaha untuk mempertahankan market share. Strateginya mulai dari mengenalkan produk yang sesuai kebutuhan customer, mendekatkan diri ke pelanggan melalui penambahan outlet. Saat ini ada 305 outlet Toyota di seluruh Indonesia. Demi penetrasi pasar, ditargetkan ada sekitar 8 hingga 10 outlet baru.

"Serta tentu saja meningkatkan kualitas pelayanan ke pelanggan," tambahnya.

Executive General Manager PT Astra Toyota Motor, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, masalah di tahun 2017, lebih ke munculnya pilihan atau produk baru untuk customer. Dan juga meningkatnya Non Performing Loan (NPL) dari institusi financial.

"Hitungan kami, kalau bisa mencapai hasil penjualan dan market share sama dengan tahun 2017 sudah bagus," jelas Soerjo.

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra mengakui, pihaknya menyadari ada penurunan tipis di penjualan wholesales. Begitupula secara retail sales, Daihatsu menjual 185.240 unit atau 96% dari hasil 2016.

"Untuk tahun ini kami punya pilar untuk mendukung penjualan," jelas Amelia.

Pilar pertama, menjual produk yang palig cocok dengan kondisi Indonesia. Kedua menyediakan outlet penjualan dan purna jual yang mudah dijangkau pelanggan. Ketiga, menyediakan staf yang baik siap membantu customer.

Keempat, standar pelayanan yang sama di semua outlet yang mengacu pada kepuasan pelanggan. Kelima,meningkatkan brand value Daihatsu di Indonesia menjadi brand yang bersahabat. kbc10

Bagikan artikel ini: