Jurus Jokowi bikin tambah peredaran benda yang didamba banyak orang ini di desa

Selasa, 23 Januari 2018 | 13:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggeber jurus program Padat Karya Tunai untuk memperkuat peredaran uang di desa. Sistem pengerjaan program ini dibuat lebih simpel melalui swakelola dengan duit yang langsung digelontorkan ke warga yang ikut bekerja. Pelaporannya juga mudah dengan tanpa menyalahi aturan.

“Ini akan dikerjakan kurang lebih 50 hari dan yang bekerja saat ini berjumlah 125 orang yang digaji per hari Rp90.000,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengecek program Padat Karya Tunai yang dikerjakan di Desa Banyuurip, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.

Nantinya, tambah Presiden, akan ada 180 titik program Padat Karya Tunai seperti ini, yang total anggarannya Rp41 miliar.

Ia menambahkan bahwa ini akan dipakai untuk Padat Karya Tunai dan swakelola. Harapannya, lanjut Presiden, dengan pemeliharaan dan perbaikan irigasi, akan meningkatkan produksi di daerah tersebut.

Kepala Negara menjelaskan bahwa program ini dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan diawasi atau dikontrol oleh Balai-balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita harapkan dengan gajian setiap minggu, peredaran uang di daerah, peredaran uang di desa, akan semakin meningkat. Konsumsi daya beli kita harapkan juga akan semakin meningkat, sambil menunggu sawah seluas 230.000 hektar yang akhir Februari ini mulai panen. Ini besar berarti panen raya,” tambah Presiden.

Program Padat Karya ini, menurut Kepala Negara, dikerjakan di semua provinsi dalam rangka memperkuat peredaran uang yang ada di daerah dan mendorong peningkatan daya beli konsumsi di masyarakat desa serta perbaikan infrastruktur pengairan agar menjadi lebih baik. kbc3

Bagikan artikel ini: