Hadapi ekonomi digital, Kemenaker gencar latih pekerja soal IT

Rabu, 31 Januari 2018 | 20:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mendorong peningkatan pelatihan tenaga kerja kejuruan atau bidang teknologi informasi atau IT. Langkah ini dalam rangka menghadapi perkembangan kegiatan ekonomi digital (e-commerce).

"IT kita akan genjot sekaligus kita upgrade agar lebih baik," tutur Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri saat akan menghadiri rapat koordinasi strategi penyiapan talent ekonomi digital di Kemenko Perekonomian, Darmin Nasution, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Selama ini, kata Politikus PKB ini, dalam balai pelatihan kerja yang ada di setiap kementerian dan lembaga (K/L), salah satu bidang yang diberikan pelatihan yakni kejuruan IT.

Namun, kata Hanif, karena banyaknya kejuruan yang dilatih, yakni sekitar 19 kejuruan, membuat tak fokus, sebab SDM atau peserta pelatihan yang ikut jumlahnya sedikit di setiap bidang.

Oleh karenanya, Kemenaker berniat memfokuskan atau mengerucuti jumlah kejuruan tersebut, menjadi 2-3 bidang atau kejuruan saja, salah satunya IT.

"Dulu kejuruannya banyak, tapi kapasitasnya paling 300 peserta, kalau sekarang satu kejuruan bisa tujuh ribu orang, jadi lebih bunyi," ujar dia.

Ditemui di tempat yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dalam menghadapi ekonomi digital, anak muda saat ini perlu menguatkan bahasa. Bahasa dalam dunia digital diartikan sebagai statistik dan codding.

Ketum Partai Golkar ini mengatakan dalam dunia industri sebenarnya bahasa tersebut telah diterapkan, bukan hanya bagi industri yang notabennya bergerak di sektor teknologi dan informasi, namun semua bidang.

"Kalau di perindustrian seluruh akademi yang ada di perindustrian, hampir seluruhnya kita persiapkan untuk dajari codding dan statistik," tutur Airlangga. kbc10

Bagikan artikel ini: