REI sasar pembangunan 250 ribu unit rumah bersubsidi di 2018

Kamis, 01 Februari 2018 | 08:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) menargetkan pembangunan rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 230.000 -250.000 unit di 2018.

Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan kendati mengalami sejumlah kendala dalam pembangunan rumah, namun para pengembang di daerah masih semangat untuk membangun rumah bersubsidi. Pada tahun 2018 sejumlah pengembang di daerah menetapkan rencana pembangunan rumah bersubsidi sebesar 236.261 unit MBR.

Jumlah tersebut meningkat cukup besar dari target yang ditetapkan pada tahun 2017 lalu yang hanya sebesar 200.000 unit."Kalau menurut kesanggupan daerah tahun ini targetnya 236.261 unit. Tapi saya maunya digenjot lebih kencang kalau bisa sampai 250.000," ujar  Soelaeman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Catatan saja, tahun 2017 REI sudah membangun 206.290 unit rumah bersubsidi . Sementara rumah non bersubsidi sebanyak 170.000 unit.

Soelaeman menerangkan peningkatan target pembangunan rumah bersubsidi tahun 2018 merupakan aspirasi dari berbagai pengembang di daerah."Ini sebuah sprint dari pengembang di daerah. Karena pengembang pengembang di daerah sedang semangat-semangatnya," jelasnya.

Soelaeman menambahkan pembangunan rumah MBR pada tahun ini akan di fokuskan kepada empat target pasar. Adapun keempat target pasar tersebut meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, Pekerja di sekitar kawasan industri dan kelompok masyarakat sektor formal. "Saya kira ini bagus karena menunjukkan pengembang masih punya idealisme dan kesempatan yang sama mulia untuk membantu negara sesuai kompetensi kami yakni membangun rumah," kata dia.

Karenanya Soelaeman merasa optimis target pembangunan rumah bersubsidi tahun 2018 ini akan mampu tercapai.Apabila Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga ikut membantu dengan melakukan Perjanjian Kerja Sama Operasional (PKO) dengan 40 bank mitra.

"Tentu kita akan hadir terus karena tahun ini PUPR sudah melakukan pko dengan 40 bank. PUPR sudah mencatatkan administrasi pengembang untuk mengetahui kebutuhan pengembang. Ini menjadi pemicu suplai rumah subsidi karena proses akad kredit sudah bisa dilakukan mulai bulan ini (Januari 2018)," jelasnya.

Sementara itu, untuk target pembangunan rumah non subsidi , REI masih memasang target sama seperti tahun lalu yakni sebesar 200.000 unit rumah saja."Kalau yang non subsidi kita masih tetap sama yaitu 200.000 unit Ada tanda tanda rebound tapi kita juga tetap berhati hati karena properti dipengaruhi oleh kondisi ekonomi politik. Yang non subsidi sudah mempersiapkan produk-produk yang dilemparkan kepasaran,"kata dia.

Data  Sekretariat DPP REI menyebutkan ada lima daerah yang menyumbang pembangunan rumah MBR di 2017. Kelima daerah tersebut yakni Jawa Barat dengan 24.380 unit rumah, lalu disusul Jawa Timur dengan 19.265 unit.

Kemudian, di tempat ketiga ada DKI Jakarta dengan 17.921 unit rumah yang sudah dibangun atas. Ada juga di daerah Sumatera Utara dengan 13.273 unit rumah ya g sudah dibangun sepanjang tahun 2017. Terakhir posisi lima ada Sulawesi Selatan dengan 12.059 unit rumah," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: