Pengembang REI bangun 206 ribu unit rumah murah di 2017, di mana saja?

Kamis, 01 Februari 2018 | 13:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sepanjang 2017 asosiasi pengembang perumahan yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) telah membangun rumah subsidi alias rumah murah sebanyak 206.290 unit. Angka tersebut telah melampaui target pembangunan sebanyak 200.000.

Ketua Umum DPP REI, Soelaenan Soemawinata mengatakan bahwa pihaknya telah melampaui target pembangunan rumah muraj di 2017 dengan total 206.290 unit. Angka tersebut dikatakan belum termasuk rumah non subsidi.

Pasalnya, menurut pria yang akrab disapa Eman ini, sepanjang 2017 rumah non subsidi telah terbangun sebanyak 107.000.

"Rumah subsidi 2017 kita ada 200.000 target. Kita sudah mencapai lebih dari itu, 206.000 rumah MBR yang sudah kita bangun. Kita masih mencatat terus karena kita akan perbaiki formasi di rumah non subsidi. Kita belum dapat sistem informasi yang baik sehingga baru mencatat 170.000 unit sehingga totalnya 206.000 ditambah 170.000," jelasnya di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Berdasarkan data DPP REI, daerah dengan pembangunan rumah subsidi paling banyak terjadi di Jawa Barat sebanyak 24.380 unit, Jawa Timur 19.265 unit, DKI Jakarta 17.921 unit, Sumatera Utara 13.273 unit dan Sulawesi Selatan 12.059 unit.

Lebih lanjut, untuk 2018 pihaknya akan meningkatkan jumlah target pembangunan rumah subsidi. Hal tersebut dilakukan berdasarkan proyeksi yang terjadi sepanjang tahun.

"2018 ini sebenarnya kita berharap ada peningkatan produksi di rumah MBR. Memang baru tercatat kesanggupan daerah 236.000 hanya kita agak ambisius, kalau bisa sampai 250.000 unit," jelasnya.

Namun, untuk rumah non subsidi pihaknya masih menetapkan target seperti tahun lalu yakni, 200.000. Sebab ia menilai dunia properti baru mengalami perbaikan sehingga tetap akan berhati-hati.

"Rumah non subsidi tetap 200.000 karena industri properti mengalami perbaikan. Tapi tentu saja industri yang dikontrol oleh pasar sangat bergantung pada situasi ekonomi, politik, global sehingga kami tetap berhati-hati," tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: