Tak terbukti menipu, hakim vonis bebas murni 3 pengusaha batubara

Kamis, 01 Februari 2018 | 16:02 WIB ET

BANJARMASIN, kabarbisnis.com: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Selasa (31/1/2018), memutus bebas murni terhadap tiga pengusaha yang didakwa melakukan penipuan dalam proses pengadaan dan jual beli batubara antara PT Baratama Jaya Makmur (BJM) dengan PT PT Limas Tunggal.

Ketiga pengusaha itu masing-masing Ardi Rosadi (dalam satu berkas perkara) dan Pierson Tambunan serta Andrew Bonnie Boentoro (dalam satu berkas perkara). Oleh jaksa penuntut umum, Ardi dituntut 1,5 tahun penjara, pasal 378 KUHP. Sedangkan Pierson dan Bonni dituntut 1 tahun penjara, pasal 378 junto pasal 56 ayat 2 KUHP. 

Mereka menjalani persidangan setelah dilaporkan oleh Itek Bachtiar, selaku Dirut PT Limas Tunggal, melalui kuasanya Taufiqurrahman yang saat itu bukan kuasa hukum maupun karyawan dari PT Limas Tunggal. Oleh Itek, terdakwa dianggap telah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap dirinya dalam proses pengadaan dan jual beli batubara. 

Namun dari fakta persidangan terungkap, bahwa batubara yang dipesan PT Limas Tunggal oleh Itek Bahtiar itu telah dikirimkan kepada PT Limas Tunggal. Bahkan PT Limas Tunggal telah menjual kembali batubara tersebut ke pembeli di China dan pembeli lokal di Indonesia. 

Sehingga atas fakta persidangan yang terungkap tersebut, Majelis Hakim yang dipimpin Heri Sutanto, SH, MH, yang juga Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin memutus ketiga terdakwa dengan putusan bebas murni, kerena terbukti tidak melakukan apa yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum. 

Dihubungi usai sidang, kuasa hukum terdakwa Fahmi Bachmid SH MH menyatakan Itek Bahtiar, selaku pimpinan PT Limas Tunggal memerintahkan Pierson Tambunan untuk mencari batubara sesuai kebutuhannya. Lalu Pierson Tambunan dikenalkan ke  Ardi Rosadi dari PT Baratama Jaya Makmur oleh Bonni. Selanjutnya, komunikasi dari Ardi ke Pierson selalu diteruskan ke Itek Bahtiar. 

“Sehingga semua keputusan, perintah dan eksekusi, termasuk tanda tangan kontrak antara PT Limas Tunggal dengan PT Baratama Jaya Makmur dilakukan oleh Itek Bahtiar. Tanpa ada bujuk rayu atau intervensi dari pihak manapun. Justru Itek Bachtiar tertarik setelah mendapatkan hasil preshipment dan terlebih setelah melakukan survey bersama buyer dari China ke lokasi tambang,” papar Fahmi. 

Bahkan, tambah Fahmi, justru Pierson sempat mengingatkan Itek Bahtiar, bahwa untuk pengiriman ke China dibutuhkan dokumen ekspor yang lengkap. Tapi peringatan itu diabaikan oleh Itek. Malah memerintahkan Pierson bahwa kapal sudah di pesan dan untuk menyiapkan cargonya. 

“Yang jelas bahwa poinnya adalah barang yang dipesan oleh Itek Bahtiar dari Ardi Rosadi sudah dipenuhi sesuai kontrak baik kuantitas dan kualitasnya yang jauh lebih baik dari yang disepakati dalam perjanjian. Dan yang terpenting lagi, oleh Itek Bahtiar melalui PT Limas Tunggal, barang tersebut telah dikirimkan kepada pembeli, baik pembeli local PLTU Indramayu, maupun untuk pembeli ekspor ke China. Jadi sangat Jelas bahwa tidak ada penipuan dan penggelapan di sini,” pungkas pengacara asal Jakarta ini. kbc5

Bagikan artikel ini: