Awali tahun 2018, Jatim alami inflasi 0,60 persen

Jum'at, 02 Februari 2018 | 00:05 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi di Jawa Timur pada Jamuari 2018 cukup tiinggi, mencapai 0,60 persen. Besarnya laju tersebut disebabkan naiknya harga berbagai komoditas dan jasa, utamannya beras, daging ayam ras dan emas perhiasan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan baha pada bulan Januari 2018 dari tujuh kelompok pengeluaran,enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi adalah kelompok Bahan Makanan sebesar 2,25 persen, diikuti kelompok Sandang sebesar 0,72persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,46 persen, kelompok Kesehatan 0,19 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,09 persen, dan kelompok Pendidikan, Rekreasi,dan Olah raga sebesar 0,06. Sedangkan kelompok pengeluaranyang mengalami deflasi adalah kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,02 persen.

“Tiga komoditas utama yang mendorong terjadinya inflasi di bulan Januari 2018 ialah beras, daging ayam ras, dan emas perhiasan. Sejak akhir tahun 2017 sampai dengan awal tahun 2018,beras masih menjadi komoditas utama yang mendorong terjadinya beras. Harga beras yang terus merangkak naik disebabkan oleh belum adanya panen raya yang biasanya terjadi di akhir bulan Februari dan Maret. Sama halnya dengan beras, daging ayam ras juga menjadi komoditas yang ikut mendorong inflasi sejak bulan Desember 2017 hingga awal tahun 2018,” terang Teguh Pramono di Surabaya, Kamis (1/2/2018).

Dijelaskannya, harga daging ayam ras mengalami kenaikan disebabkan oleh faktor cuaca yang terus menerus hujan sehingga mengakibatkan ayam ras menjadi rawan terhadap penyakit. Selain itu juga faktor pakan ayam ras yang berkurang disebabkan oleh adanya larangan impor jagung.

“Selain tiga komoditas utama pendorong inflasi di atas, komoditaslain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan Januari ialah cabai rawit, bensin, rokok kretek filter, melon, cabai merah, wortel, dan kentang. Sedangkan komoditas lain yang menjadi penghambat inflasi ialah angkutanvudara, telur ayam ras, pepaya, kelapa, kusen, apel, dan gula pasir,” tambahnya.

Sementara komoditas menjadi penghambat terjadinya inflasi di bulan Januari 2018 ini. Tiga komoditas utama yang menghambat terjadinya inflasi ialah tarif kereta api, tomat sayur, dan bawang merah. Harga tiket kereta api kembali turun setelah melewati bulan Desember dimana sebelumnya harga masih tinggi karenafaktor liburan dan tahun baru. Harga bawang merah juga mengalami penurunan disebabkan karena melimpahnya stok di tingkat petani karena adanya panen raya di beberapa sentra bawang merah.

"Seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banyuwangi yaitu mencapai 0,70 persen, diikuti  Malang 0,69 persen, Sumenep 0,64 persen, Surabaya 0,63 persen, Madiun 0,62 persen, Jember 0,56 persen, Probolinggo 0,29 persen, dan Kediri 0,14 persen,” tambahnya.

Pada bulan Januari 2018, komoditas beras, daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit dan wortel merupakan komoditas yang memiliki andil yang cukup signifikan terhadap terjadinya inflasi di Jawa Timur, hal ini terlihat dari terjadinya kenaikan harga komoditas tersebut di seluruh kota IHK di Jawa Timur. Selain itu harga rokok kretek filter juga mengalami kenaikan di hampir seluruh kota IHK.

Berbeda dengan beberapa komoditas pendorong inflasi yang hampir sama di setiap kota, komoditas penghambat inflasi tidak semua seragam diseluruh kota IHK yang diteliti. Tomatsayur, angkutan udara, pepaya, dan bawang merah mengalami penurunan di beberapa kota, namun di kota lain justru mengalami kenaikan. Hanya komoditas tarif kereta api dan telur ayam ras yang mengalami penurunan di seluruh kota yang diteliti.

Adapun inflasi Year on Year (YoY) Jawa Timur di bulan Januari 2018 mencapai 3,10 persen, angka ini lebih rendah dibanding Y o Y  Januari 2017 sebesar 3,62 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: