Satoria Aneka Industri jajaki IPO pada tahun depan

Senin, 05 Februari 2018 | 11:57 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Satoria Aneka Industri (anak perusahaan Satoria Group), tengah menjajaki untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offerings/IPO). Anak usaha Satoria Group ini rencananya akan melepas sekitar 30 persen sahamnya ke publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Chairman dan CEO Satoria Group, Alim Satria mengatakan, dana IPO nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha perusahaan yang bergerak di bidang industri kesehatan tersebut.

"Saat ini kami tengah melakukan persiapan tim serta perusahaan penjamin emisi efek. Kalau tidak ada halangan pada kuartal dua tahun ini sudah fixed, dan ditargetkan IPO akan kami lakukan pada September 2019 mendatang," katanya beberapa waktu lalu.

Dipaparkannya, saat ini Satoria Aneka Industri (SAI) melalui Divisi Farmasi (Satoria Farma) mengoperasikan pabrik unit I di Desa Sambisirah, Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur untuk memproduksi cairan infus dasar. Pabrik yang secara resmi mulai dioperasikan pada September 2017 tersebut kini memiliki kapasitas produksi terpasang sebanyak 50 juta ton per tahun. Dengan kapasitas produksi terpasang itu, SAI baru bisa memproduksi cairan infus dasar rata-rata 40 juta ton per tahun yang semuanya diserap pasar dalam negeri dengan penguasaan pangsa pasar yang mencapai 20 persen.

"Ke depan, pangsa pasar kami yang sekarang 20 persen akan kami tingkatkan menjadi 60 persen. Sehingga kami pun berencana mengembangkan pabrik Unit II di lokasi sama," ujar Alim.

Proyek pabrik cairan infus dasar unit II akan memiliki kapasitas produksi terpasang sebanyak 75 juta botol per tahun yang akan mampu melayani pasar di awal tahun 2019. Dengan demikian, pada tahun 2019 nanti, total kapasitas produksi cairan infus dasar yang dimiliki SAI mencapai sebesar 125 juta botol per tahun.

"Investasi yang dibutuhkan untuk penambahan kapasitas produksi cairan infus dasar ini sekitar US$ 45 juta. Nah, dana yang diperoleh dari IPO yang kami rencanakan September 2019 nanti itu kami harapkan bisa mendukung pengembangan itu," papar Alim.

Selain itu, menurut Alim, dana IPO nanti juga akan digunakan untuk membangun fasilitas produksi produk-produk kesehatan lainnya. Seperti cairan untuk menunjang pelayanan hemodialysa, powder mixed, dan mesin hemodialysa. Disamping itu, juga untuk memproduksi vacuum blood tubing system, patient monitor dan tubing line system.

"Pembangunan fasilitas yang juga akan dimulai awal tahun ini itu diperkirakan mencapai US$ 18 juta. Sehingga semua produk produk itu sudah bisa dipasarkan dalam satu hingga dua tahun kedepan, sehingga bisa membantu program pemerintah dalam menghidupkan industri dalam negeri," imbuhnya.

Alim menambahkan, penambahan kapasitas produksi akan semakin memantapkan posisi SAI di pasar terutama setelah diterimanya produk cairan infus dasar yang diproduksnya didalam daftar e-Catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Kebutuhan cairan infus di dalam negeri tahun ini sekitar 210 juta botol per tahun diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan program pemerintah dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan BPJS. Penambahan kapasitas tersebut tentunya akan menempatkan kami untuk menguasai pangsa pasar dalam negeri," pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: