Pertumbuhan ekonomi 2017 meleset di bawah target

Senin, 05 Februari 2018 | 12:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia sepanjang 2017 tumbuh 5,07 persen atau lebih tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 persen. Khusus kuartal IV-2017, perokonomian tumbuh 5,19 persen.

"(Pertumbuhan) ekonomi masih di bawah target 5,2 persen, tetapi pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2014. Tahun 2014 tumbuh 5,01 persen, 2015 sebesar 4,88 persen, dan 2016 tumbuh 5,03 persen. Kita semua harus optimistis dan berharap hasil infrastruktur mulai bergulir," ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Senin (5/2).

Perekonomian Indonesia tahun 2017 jika diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 13.588,8 triliun. Sementara PDB per kapita untuk tahun 2017 tercatat meningkat dibanding tahun lalu, yakni dari US$ 3.605,1 menjadi US$ 3.876,8 atau Rp 51,89 juta.

Sementara dari sisi produksi, BPS mencatat, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 9,81 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai komponen ekspor barang dan jasa sebesar 9,09 persen.

Adapun ekonomi Indonesia kuartal IV-2017 bila dibandingkan kuartal IV-2016 (year on year/y-on-y) tumbuh 5,19 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh apangan usaha jasa perusahaan sebesar 9,25 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 8,50 persen.

Sedangkan ekonomi kuartal IV-2017 dibandingkan kuartal sebelumnya (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 1,70 persen. Dari sisi produksi, hal ini disebabkan efek musiman pada lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami kontraksi 21,60 persen. "Dari sisi pengeluaran disebabkan penurunan ekspor neto," demikian data BPS. kbc9

Bagikan artikel ini: