Selain properti, perguruan tinggi di Australia juga diakui dunia

Rabu, 07 Februari 2018 | 18:40 WIB ET
Head of Sales Crown Group Indonesia, Elis Sumarto
Head of Sales Crown Group Indonesia, Elis Sumarto

SURABAYA, kabarbisnis.com: Australia bukan saja dikenal sebagai lokasi properti favorit. Negara ini juga memiliki sejumlah perguruan tinggi terkemuka dan diakui dunia. Paling tidak, saat ini ada tiga universitas di Australia masuk ke dalam jajaran Top 10 Univesitas terbaik se-Asia Pasifik. Universitas tersebut adalah University of Melbourne (3), Australian National University (8) dan University of Queensland (10).

Dalam survei yang dirilis Times Higher Education pada 2017, Jepang adalah negara yang paling banyak memiliki perwakilan dengan 69 universitas. Tiongkok berada di posisi kedua dengan 52 universitas. Negara lain yang memiliki kehadiran kuat di peringkat tersebut adalah Australia (35 universitas), Taiwan (26), Korea Selatan (25) dan Thailand (9).

Selanjutnya untuk daftar Top 20, Australia memiliki 8 perwakilan universitas, yaitu University of Sydney (11), Monash University (12), University of New South Wales (16), University of Western Australia (19) dan University of Adelaide (20), dimana University of Sydney dan University of New South Wales berada di Sydney.

Direktur Pusat Pendidikan Tinggi Global di UCL Institute of Education Simon Marginson mengatakan wilayah Asia Pasifik sudah lebih besar dari Eropa dan Inggris dalam hal jumlah siswa dan pengeluaran biaya penelitian. Bahkan, katanya, wilayah ini akan sama pentingnya dengan AS dan Kanada.

"Wilayah Asia Pasifik adalah yang paling dinamis di dunia pendidikan tinggi. Sementara Peringkat Tahunan Universitas Versi THE dan Peringkat Universitas Asia memberi kita wawasan yang jelas untuk wilayah ini, kami percaya bahwa inilah saatnya untuk fokus lebih tajam pada bagian dunia yang unik dan menarik ini," kata Marginson dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/2/2018).

Sementara itu, Wakil Rektor University of New South Wales Ian Jacobs mengatakan lempeng tektonik pendidikan tinggi global sedang bergeser. Tampaknya kawasan Asia Timur dan Tenggara, dikombinasikan dengan kekuatan tradisional Australia dan Selandia Baru, telah siap menerima keuntungan utama ini.

Seperti yang diutarakan dalam laman Indonesia.embassy.gov.au, Australia telah menjadi pilihan tujuan belajar utama bagi warga Indonesia pada sepuluh tahun terakhir, dengan perbandingan satu dari empat mahasiswa yang belajar di universitas luar negeri, memilih Australia.

Pendaftaran dari Indonesia ke seluruh lembaga pendidikan Australia mencapai lebih dari 20.000 hingga Juni 2017 karena semakin banyak keluarga Indonesia yang mengakui bahwa Australia itu lebih dekat, terjangkau dan aman, serta memiliki universitas-universitas kelas dunia.

Head of Sales Crown Group Indonesia, Elis Sumarto mengatakan, data baru ini adalah pernyataan sangat kuat yang mengatakan bahwa Australia bukan hanya Save Heaven untuk investasi properti, namun juga merupakan pusat pendidikan di Wilayah Asia.

"Australia telah menjadi tujuan institusi pendidikan utama selama beberapa dekade terakhir di kawasan ini, dan survei terbaru ini memperkuat posisi Australia sebagai salah satu Hub Pendidikan terbaik di Asia Pasifik"

Dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan yang sama, Australia mungkin memiliki keuntungan yang tidak dimiliki negara lainnya, yaitu sebagai tujuan investasi properti dan pusat pendidikan.

"Daftar baru ini juga menunjukkan bahwa Melbourne dan Sydney tidak lagi mendominasi daftar universitas terbaik di Australia. Ada kota lain di negara ini yang memiliki institusi pendidikan yang sangat bagus, dan mereka mengejar dengan cepat," jelas Elis.

Untuk itu, Crown Group saat ini tengah fokus untuk menggarap proyek-proyek properti di dekat institusi-institusi pendidikan. Hal ini untuk memudahkan akses para mahasiswa yang berasal dari Indonesia.

"Inilah sebabnya mengapa kami selalu mengembangkan proyek hunian di dekat institusi-intitusi pendidikan tersebut, mengetahui kebutuhan masyarakat dan para pembeli kami untuk memiliki akses mudah terhadap universitas-universitas ini," pungkasnya.

Pada 2018, Crown Group akan meluncurkan proyek pengembangan mixed-use terbarunya di Eastlakes, Sydney dan proyek high rise pertamanya di Melbourne. kbc7

Bagikan artikel ini: