Kemenhub: Jika tidak ada suara, mobil listrik bisa membahayakan

Selasa, 13 Februari 2018 | 13:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perhubungan masih melakukan pendalaman terkait dengan formulasi uji tipe kendaraan bermotor listrik atau mobil listrik, untuk selanjutnya menentukan perangkat peralatan yang dibutuhkan.

Direktur Sarana Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Eddy Gunawan mengatakan, hal-hal yang tengah didalami itu seperti formulasi uji tipe, ambang batas suara kendaraan, pembeda suara kendaraan, kekuatan baterai, dan perangkat peralatan yang dibutuhkan.

Eddy mengatakan, ambang batas suara diperlukan untuk guna memberikan keselamatan bagi pengguna jalan dan pengendara mobil listrik. Tidak hanya itu, suara kendaraan bermotor mobil listrik juga harus berbeda dengan suara sepeda motor konvensional.

“Kalau kendaraan listrik enggak ada suara bahaya buat keselamatan. Kemarin kami sudah lakukan pendalaman, kira-kira berapa desibel. Harus ada suara. Kalau boleh, membedakan ini suara sepeda motor, masih dalam pendalaman,” katanya, Senin (12/2/2018).

Otoritas juga sedang mengkaji aspek kekuatan baterai pada kendaraan bermotor mobil listrik. Saat ini, dia mengaku membutuhkan formulasi uji tipe untuk menentukan jenis perangkat alat uji tipe yang dibutuhkan diadakan. “Kami juga masih menjajaki kira-kira alat uji seperti apa. Nah, kami sedang mengusulkan peralatan uji kendaraan listrik," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: