Demi Rp500 miliar, pemerintah kebut bahas cukai plastik kresek

Selasa, 20 Februari 2018 | 08:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah intensif membahas cukai untuk plastik. Pemerintah berharap penerapan cukai ini bisa dilakukan pada Juli 2018.

 

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Marisi Zainudin Sihotang mengatakan, pihaknya telah memiliki target kapan kebijakan ini akan dilaksanakan. Sebab, pemerintah sudah memiliki target penerimaan cukai plastik kresek sebesar Rp 500 miliar.

“Harapan kami untuk kantong plastik kresek (cukai) sudah bisa dilaksanakan di bulan Juli, karena targetnya Rp 500 milyar sudah tercantum di APBN 2018,” kata Marisi, Senin (19/2/2018).

Ia mengatakan, cukai kantong plastik kresek ini sekarang tengah menunggu jadwal konsultasi dengan Komisi XI DPR RI. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dijadwalkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Sekjen Indonesian Olefin & Plastic Industry Association (Inaplas) Fajar Budiono bilang bahwa dunia usaha belum diajak oleh pemerintah untuk berunding lagi. “Belum ada pertemuan di tahun 2018,” kata Fajar.

Ia mengatakan, apabila cukai plastik kresek dilaksanakan pada tahun ini, maka bagi dunia usaha, Ini akan menjadi ‘menu komplit’ di tahun 2018.

“Kalau post-border banyak yang bocor maka produk barang jadi plastik akan banjir ke lokal karena lebih murah,” ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: