Terbentuk di Jatim, JAPNAS sukses rambah 8 provinsi

Selasa, 20 Februari 2018 | 18:59 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Setelah hadir di tujuh provinsi di Indonesia, Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) mulai terbentuk di Jawa Timur.  Pembentukan Pengurus Wilayah (PW) JAPNAS Provinsi Jawa Timur merupakan upaya komitmen organisasi ini untuk membangun sinergitas usaha di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, pada 20 Februari 2018 ini Jawa Timur menjadi provinsi ke-8 bergabung dengan JAPNAS. Hal ini tidak lepas dari entitas kami,  sebagai organisasi yang bertujuan membangun sinergitas usaha di seluruh wilayah Indonesia. Ke depan kami berharap dalam waktu dekat, PW JAPNAS di berbagai provinsi lain segera menyusul,” kata Bayu Priawan Djokosoetono, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) JAPNAS melalui siaran persnya, Selasa (20/2/2018).

Dikatakannya, hingga akhir 2017 JAPNAS sudah berdiri di 7 provinsi di Indonesia; yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Banten, Provinsi Kalimantan Barat, dan Provinsi Kalimantan Utara. Kehadiran JAPNAS memang sangat dinantikan di berbagai provinsi di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme anggota JAPNAS Wilayah yang menginginkan terbentuknya JAPNAS di provinsi tempat domisilinya.  Antusiasme ini tak lepas dari idiom JAPNAS sebagai action group, bukan sebagai pressure group.

“JAPNAS adalah action group. Didesain untuk menjadi asosiasi pengusaha yang lebih mengedepankan pada business action, investasi, dan juga mengidentifikasi business opportunity diseluruh wilayah Indonesia. Maka wajar jika kehadirannya sangat dinantikan di seluruh Provinsi di Indonesia,” lanjut Bayu.

"Indonesia ini sangatlah kaya. Indonesia butuh jejaring usaha yang kuat untuk memaksimalkan potensi ekonominya. Kami berkomitmen akan membuka diri bekerjasama dengan pihak manapun untuk mewujudkan jejaring bisnis tersebut,” ungkap Bayu.

Senada dengan Bayu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Hukum PP JAPNAS, Reza Irsyad Aminy mengungkapkan bahwa kehadiran JAPNAS adalah memberikan nuansa berbeda dari berbagai asosiasi pengusaha yang ada. “Tujuan kami memang berbeda dari organisasi pengusaha yang sudah ada. JAPNAS lebih pada aksi riil. JAPNAS tak ingin hanya melakukan kritik ke pemerintah, tanpa ada solusi,” paparnya.

Dalam praktiknya, program-program kerja yang disusun JAPNAS pun lebih cenderung berorientasi pada pengembangan kapasitas bisnis para anggotanya. “Kami berharap melalui JAPNAS, kapasitas usaha para anggota dapat meningkat. Yang mikro tumbuh menjadi menengah, yang menengah tumbuh menjadi pengusaha besar. Let’s Grow Together,” lanjut Reza yang juga dipercaya menjadi Ketua Tim Caretaker Nasional PP JAPNAS.

Berangkat dari semangat untuk tumbuh bersama inilah, JAPNAS yakin di 2018 akan semakin berkembang. Secara perlahan tapi pasti, JAPNAS akan segera dibentuk di seluruh provinsi di Indonesia. “Dalam pembentukan ini kami tak ingin gegabah. Kami menginginkan the right man in the right place. Jadi bukan hanya kuantitas saja yang dikejar,namun lebih pada kualitas,” ujar Reza.

Gayung bersambut, semangat untuk membangun sinergitas dengan pengusaha lain inilah yang melatarbelakangi Mohammad Supriyadi untuk maju menjadi Ketua Umum PW JAPNAS Jawa Timur. “Jawa Timur ini memiliki potensi daratan dan lautan yang cukup kaya. Dan Surabaya menjadi kota terbesar ke-2 di Indonesia. Potensi-potensi harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Jawa Timur,” ungkap Mohammad Supriyadi.

Dia menegaskan bahwa hadirnya JAPNAS di Jawa Timur tidak ada hubungannya dengan kontestasi politik Pemilihan Gubernur Jawa Timur, namun murni untuk pengembangan dunia usaha di Jawa Timur. “Kami hadir bukan untuk mendukung siapa di Pilgub nanti. JAPNAS ini adalah organisasi non politis. Jadi kami ya bicara tentang bisnis saja,” papar Supriyadi. kbc7

Bagikan artikel ini: