Pengusaha muda minta proyek di bawah Rp200 miliar diserahkan swasta

Jum'at, 23 Februari 2018 | 07:54 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyarankan agar pemerintah pusat tidak hanya memberikan proyek tender kepada BUMN.

Ketua Badan Pimpinan Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jaya Raya (BPD Hipmi Jaya) Afifuddin Suhaeli Kalla menjelaskan swasta perlu dilibatkan dalam tender agar keberlangsungan bisnis mereka tetap berjalan.

Adapun salah satu indikator perusahaan swasta diperbolehkan untuk mengambil tender ini yakni dengan nilai proyek di bawah Rp200 miliar. "BUMN jangan mengambil semua pekerjaan, berikan [sebagian] porsi ke swasta," kata Afifuddin, Kamis (22/2/2018).

Dia menambahkan tidak hanya BUMN yang diharuskan membagi porsi tender ini ke swasta, tetapi juga berbagai anak perusahaan pelat merah tersebut. "Ini yang sedang diperjuangkan oleh Hipmi, kami pengusaha nasional juga ingin berperan dalam pembangunan."

Menurutnya, saran dari Hipmi dan berbagai pelaku bisnis lainnya ini telah dibahas ke ranah pemerintah pusat. "Mudah-mudahan ini segera diterapkan," ungkap Afifuddin.

Dia juga berharap agar lelang konsolidasi dapat diperlonggar sehingga usaha kecil dan menengah (UKM) dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Jakarta.

"Mungkin di Gubernur DKI sekarang mulai berubah. Wakil Gubernur DKI [Sandiaga Uno] adalah pengusaha, mungkin beliau akan berpihak ke dunia usaha," katanya berharap sambil membandingkan dengan pemerintahan terdahulu.

Seperti diketahui, skema lelang konsolidasi merupakan kebijakan yang diterapkan ketika masa jabatan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari UKM yang menjalankan proyek tender dengan hasil pekerjaan yang di bawah standar.

Selain itu, lelang konsolidasi dianggap dapat menghemat pengeluaran Pemprov DKI Jakarta. Skema itu menawarkan lelang dengan sistem paket dengan nilai hingga miliaran rupiah, sehingga UKM tidak mendapat porsinya yang diambil oleh BUMN atau kontraktor besar yang memiliki modal yang lebih kuat. kbc10

Bagikan artikel ini: