LPEI dukung peningkatan ekspor dengan pendampingan ke IKM

Selasa, 27 Februari 2018 | 19:37 WIB ET
(kb/purna budi)
(kb/purna budi)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UKM berorientasi Ekspor (UKME) Indonesia meIaIui Fasilitas Pembiayaan Ekspor daIam bentuk pemberian Kredit Modal Kerja Ekspor dan Kredit Invesrasi Ekspor. Keberpihakan ini direalisasikan meIaIui pembiayaan pada segmen UKME yang tumbuh mencapai 22.76% dl sepanjang tahun 2017.

Dukungan lain yang diberikan kepada peIaku UKME adaIah berupa pemberian Bimbingan dan Jasa Konsultasl meIaIui peIaksanaan program berlanjutan yang merupakan rangkaian darI beberapa bentuk kegiatan seperti pelatihan, pendidikan. pameran dan pendampingan teknis seIama periode tertentu hingga pelaku UKME mampu menjadi eksportir baru.

“Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat (community empowering) khususnya komunitas petani dan wanita dl suatu daerah seperti penciptaan lapangan kerja. peningkatan kesejahteraan dan pendapatan keluarga, pembangunan masyarakat meIaIui optimalisasi potensi khas daerah,” ujar Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roeslan di Surabaya, Selasa (27/2/2018).

Bahkan dari tahun 2015 hingga 2017 Indonesia Eximbank telah memberikan pendampingan kepada 330 UKME dari berbagai kota yang tersebar di Jawa dan Bali. Beberapa produk yang telah diekspor diantaranya adaIah kapuk, sapu, serabut kelapa, furniture, handicraft tepung cassava, arang bricket. dan ikan Iele beku dengan tujuan negara seperti Amerika Serikat, Australia, lnggris dan Yordania.

“Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dan pemanfaatan teknologi digital, di tahun 2018 inli, pendampingan kepada UKME akan difokuskan kepada kesiapan dan optimaiisasi pelaku usaha dalam memanfaatkan Global E-Commerre sebagai aIternatif akses pemasaran gIobaI yang efisien dan efektif yaitu meIaIui peiaksanaan Digital Handholding Program kepada UKME,” ujarnya.

Selain melakukan pendampingan dan pemberian Kredit Modal Kerja Ekspor dan Kredit Invesrasi Ekspor, LPEI juga melakukan sinergi dengan pelbagai pihak untuk memacu kinerja IKM,  diantaranya dengan Direktorat Jenderal lKM Kementerian Perindustrian RI, Direktorat Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI dan Bank Indonesia serta University Network for lndonesia Export Development (UNIED) yang diwakiii oleh Universitas Airiangga (UNAIR) . Kerjasama tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Perluasan Akses ekspor bagi IKM (lndustri Kecil dan Menengah) ”Pengoptimalan Pemanfaatan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor) IKM dan Persiapan Digital Handholding Program".

Sinergi antar Kementerian dan Lembaga terkait diharapkan dapat menjadi suatu Iangkah yang sangat balk, guna mengajak seiuruh pemangku kepentingan dan peiaku usaha untuk bersama-sama ikut berperan nyata dalam mendukung peningkatan ekspor nasional yang berkesinambungan.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa  Kementerian Perindustrian sedang menyusun rumusan atau rencana aksi yang dapat ditindaklanjuti para pemangku kepentingan agar IKM dapat lebih memanfaatkan fasilitas KITE IKM dan memberdayakan pelaku IKM untuk memperluas akses pasar, mempromosikan, serta meningkatkan daya saing produk unggulannya di marketplace global.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukal dan Keuangan, terdapat 44 IKM yang telah memanfaatkan fasilitas KITE 'KM' dimana IKM industri barang, kerajinan, Furniture, Pakaian Jadi dan Industri Kosmetik dan Bahan Kosmetik mendominasi pemanfaatan tersebut.

“Hal ini merupakan hal yang patut kita syukuri,diharapkan kedepannya pemanfaatan fasilitas KITE IKM dapat berdampak pada perluasan akses ekspor melalui marketplace global untuk mewujudkan IKM berdaya saing global dan meningkatkan kontnbusi IKM pada ekspor‘ nasional,” kata Gati Wibawaningsih.kbc6

Bagikan artikel ini: