Telah sah dilantik, ini program strategis BPD HIPMI Jatim yang baru

Kamis, 01 Maret 2018 | 13:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur periode 2018-2021 akan fokus menjalankan 4 program strategis untuk memperkuat ekosistem pengusaha muda di Jatim.

Ketua umum BPD Hipmi Jatim, Mufti Aimah Nurul Anam, mengatakan program-program tersebut disuusn sebagai panduan HIPMI untuk mendorong pertumbuhan pengusaha muda di Jatim yang saat ini menghadapi tantangan yang cukup nyata khususnya di era disrupsi ekonomi.

"Tantangan kami sebagai pengusaha makin tidak mudah. Era disrupsi ekonomi tentunya membutuhkan langkah-langkah strategis agar pengusaha muda bisa tetap eksis dan mendorong kemajuan daerah melalui pertumbuhan ekonomi," ujarnya saat pelantikan pengurus BPD HPIMI Jatim periode 2018-2021 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (1/3/2018).

Anam menambahkan, program strategis pertama yang akan dilakukan HIPMI dibawah kepemimpinannya adalah pembibitan atau seeding. Dalam program ini, HIPMI akan mengembangkan semangat kewirausahaan di kalangan anak-anak usia muda melalui pembentukan HIPMI Pelajar yang menyasar pelajar SMA serta HIPMI Pesantrenpreneur yang menyasar santri Pesantren-pesantren di seantero Jawa Timur.

"Saat ini saja di wilayah Jatim ada sekitar 11.800 pesantren yang mempunyai potensi ekonomi sangat besar untuk dikembangkan. Kita akan masuk ke sana untuk memberikan bimbingan agar para santri ini nantinya ketika lulus tidak melulu harus jadi ustad, namun juga bisa menjadi pengusaha," tuturnya.

Program strategis kedua yang akan dijalankan HIPMI Jatim adalah Connecting the Dot, dimana HIPMI akan melaksanakan program Kolaboraksi dimana para pengusaha akan memperkuat sinergi dengan semua stakeholder untuk membangun jaringan yang kuat sehingga meningkatkan daya saing di era disrupsi ekonomi ini.

Program strategis ketiga yang digagas HIPMI Jatim adalah Funding Solution dimana HIPMI akan membuat platform crowdfunding untuk membiayai pengusaha muda yang kekurangan modal. "Menurut data salah satu media, di akhir tahun 2017 lalu sekitar 27,1% pengusaha pemula gulung tikar karena ketiadaaan modal. Melalui crowdfunding yang kita beri nama usaharakyat.com, kami akan menghimpun dana CSR dari anggota-anggota HIPMI dan disalurkan kepada anggota dan pengusaha lain yang membutuhkan bantuan modal," papar pengusaha yang juga seorang dokter ini.

Sedangkan program strategis terakhir yang akan dijalankan HIPMI Jatim adalah Empowerment, dimana HIPMI Jatim akan membentuk inkubator ekonomi untuk pengusaha muda agar dapat meningkatkan value usahanya sehingga bisa bersaing.

Sementara itu, Gubernur Jatim, Soekarwo, dalam pelantikan tersebut mendorong pengusaha muda di Jatim untuk mau mengembangkan usahanya sendiri.  "Jatim ini tidak hanya kaya bahan baku untuk usaha tapi juga pasar untuk produk hasil industri. Karenanya saya mendorong pengusaha muda agar jangan hanya jadi trader atau pedagang, tetapi mau menjadi produsen agar perekonomina kita lebih kuat," jelas Pakdhe Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Ia juga mendorong pengusaha untuk fokus mengembangkan suaha dan mencari keuntungan, sementara pemerintah akan fokus mengambil peran dalam pemerataan ekonomi. Kbc8

Bagikan artikel ini: