PropNex pasarkan apartemen Grand Shamaya ke Singapura

Kamis, 01 Maret 2018 | 16:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya potensi pasar properti di Singapura mendasari perusahaan agen properti PropNex Indonesia untuk membidik pasar di negara tersebut untuk memasarkan produk properti di Indonesia.

Kali ini, PropNex bekerja sama dengan PT PP Properti Tbk untuk memasarkan salah satu proyek apartemen premium di pusat kota Surabaya, yakni Grand Shamaya.

CEO PropNex Indonesia Luckyanto mengatakan, Singapura merupakan salah satu pasar properti yang strategis di kawasan Asia Tenggara. Hanya saja, harga produk properti di negara itu terus melambung tinggi, belum lagi adanya penerapan pajak progresif oleh pemerintah setempat.

"Harga apartemen di Indonesia jauh lebih murah dibanding di Singapura. Apalagi saat ini pemerintah Indonesia telah memberikan kemudahan bagi warga asing untuk memiliki hunian di Tanah Air. Jadi ini yang akan kita sosialisasikan ke investor di Singapura," katanya di sela PropNex Annual Convention Award 2018 di Surabaya, Rabu (28/2/2018).

Saat ini, lanjut dia, pihaknya tengah mematangkan persiapan untuk penjualan di Singapura tersebut, utamanya terkait legalitas. Untungnya, Singapura merupakan negara asal PropNex, sehingga pihaknya sudah memiliki kerja sama dengan ribuan agen di negara tersebut untuk ikut memasarkan Grand Shamaya.

"Singapura adalah negara yang paling memikirkan keamanan. Investor di sana tak mau mengeluarkan dana jika tidak aman. Makanya kita terus matangkan persiapan ini," jelas Lucky.

Diakuinya, sasaran utama penjualan tersebut selain warga negara Indonesia (WNI) di Singapura, juga investor alias foreigner. "Kita hanya memberikan pilihan, daripada duit Rp3 miliar hanya untuk membayar pajak progresif jika beli apartemen di sana, lebih baik dibelikan apartemen di Grand Shamaya," tukasnya.

Grand Shamaya merupakan hunian high rise yang berlokasi di segitiga emas pusat kota Surabaya. Ada lima tower yang yang akan dibangun dan saat ini penjualan untuk tower I sudah mencapai 65 persen dari total 330 unit.

"Harga masing-masing unit mulai Rp 1,7 miliar untuk tipe studio. Namun khusus yang kita pasarkan di Singapura adalah dengan range harga Rp 3 miliar - 6,5 miliar per unit yakni tipe 2 bedroom ke atas," ungkapnya.

Kerja sama antara PropNex dengan PT PP Properti Tbk sendiri bukan yang pertama. Sebelumnya, keduanya sudah bekerja sama khususnya untuk penjualan sejumlah proyek di Surabaya, seperti Grand Shamaya, Grand Sungkono Lagoon, dan Grand Dharmahusada Lagoon.

Lucky menambahkan, sepanjang tahun 2017 lalu omzet penjualan PropNex mencapai Rp 1 triliun. Dari nilai itu, kontribusi penjualan dari PP Properti sendiri sebesar Rp 170 miliar. Pencapaian ini didukung oleh 16 cabang yang dimiliki PropNex dengan jumlah agen sebanyak 800 propnexian.

"Untuk tahun 2018 kita menargetkan omzet Rp 2 triliun. Selain dengan ekspansi penjualan ke Singapura, kita akan gencar menambah cabang baru. Dalam dua tahun ke depan kita menargetkan menambah 50 cabang baru lagi," ujar Lucky. kbc7

Bagikan artikel ini: