BUMN hotel ini mentas dari rugi Rp89 miliar jadi untung Rp9 juta

Jum'at, 02 Maret 2018 | 09:43 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN berpeluang keluar dari daftar BUMN yang terus mengalami kerugian. Perseroan mampu membukukan laba di 2017 walau hanya Rp 9 juta.

Direktur Utama HIN Iswandi Said mengatakan kerugian perseroan sebenarnya terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Pada 2015 kerugian HIN mencapai Rp 140 miliar, sementara di 2016 kerugiannya berkurang menjadi Rp 89 miliar.

"Jadi kita sudah canangkan stop bleeding (hentikan kerugian) dan di 2017 kita declare turn around (umumkan pembalikan arah dari rugi jadi untung) . HIN hasilnya sudah membuka kurung di laporan keuangan (cetak laba). Walaupun cuma sedikit Rp 9 juta. Tapi alhamdulillah target kita sudah enggak jadi BUMN merugi tercapai," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Menurut Iswandi seharusnya HIN bisa mencetak laba lebih besar lagi di tahun lalu, namun karena terjadi bencana erupsi Gunung Agung di Bali. Sebab hotel milik HIN cukup mampu mendatangkan keuntungan besar.

"Sampai Desember 5 ribu kamar hilang. Kemarin tuh kita di Bali sampai 80% itu domestik. Harusnya komposisinya yang dari luar negeri lebih besar dari pada domestiknya," tambahnya.

Kinerja keuangan yang lebih baik itu juga diiringi dengan tingkat keterisian hotel (okupansi) yang naik dari 62% menjadi 69%. Pihaknya menargetkan tahun ini rata-rata keterisian hotelnya mencapai 75%.

Naiknya okupansi dari 14 hotel yang dimiliki HIN dipercayai lantaran citra hotelnya yang sudah semakin membaik. Perseroan juga sepanjang 2 tahun terakhir aktif melakukan renovasi di hotel-hotelnya.

Selain itu dia juga menyambut baik para BUMN yang kini sudah mau menggunakan jaringan hotel milik HIN untuk kegiatan-kegiatan bisnisnya dan keperluan karyawannya.

"Supportnya lumayan besar BUMN sudah mulai percaya menggunakan hotel kita untuk kegiatan-kegiatannya. Itu enggak berhenti-henti mulai dari Pelindo, Bank Mandiri dan semuanya sudah melihat sekarang," imbuhnya.

Tahun ini perseroan semakin percaya diri atas kinerja keuangannya. Iswandi menargetkan bisa meraup laba bersih hingga Rp 25 miliar.

"Kita berharap positifnya lebih besar saya harapkan sekitar Rp 25 miliar. Kan sekarang ibaratnya masih buka kurung saja pas-pasan banget," tutupnya. kbc10

Bagikan artikel ini: