RI siapkan jurus peningkatan ekspor di empat negara non UE ini

Senin, 05 Maret 2018 | 22:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Uni Eropa (UE) kerap menerapkan hambatan non tarif terhadap produk ekspor non migas asal Indonesia. Padahal pasar UE memiliki preferensi terhadap produk ekspor yang bernilai tinggi.

Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenatein Muliaman Hadad mengatakan untuk menggenjot ekspor, pihaknya berencana memperluas pasar Indonesia ke beberapa negara non UE. Adapun  negara yang akan ditargetkan bisa menjadi pasar ekspor baru Indonesia selain Swiss adalah Norwegia, Islandia dan Liechtenatein.

Saat ini pihaknya tengah menyusun perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA)  dengan keempat negara tersebut. Perjanjian tersebut disusun, karena keempat negara tersebut tidak lagi masuk dalam negara UE, sehingga harus disusun ulang perjanjian dagang.

"Saya di Swiss sedang dalam proses penyelesaian pembahasan FTA dengan empat negara sekaligus jadi Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechestein. Mereka berempat inti tidak masuk uni Eropa jadi kita buat perjanjian sendiri dengan mereka. Alhamdulillah sudah dalam tahap-tahap akhir. Saya sedang pelajari apa yang masih pending agar kita selesaikan yang pending secepatnya," ujar Muliaman nghadiri diskusi di  Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurutnya dengan semakin banyaknya FTA maka Indonesia bisa mendapatkan referensi tarif terhadap barang-barang ekspor dan investasi. Sehingga, Indonesia memiliki sedikit perbandingan antara tarif ekspor dengan negara lain. "FTA termasuk menjadi bagian dari yang mempengaruhi daya saing. Karena kita dapat prefektur tarif yang lebih rendah maka daya saing tentu saja lebih bagus kan. Jadi ini akan terus didorong," jelasnya.

Apalagi lanjut Muliaman pasar ekspor pada empat negara tersebut disebutnya sangat besar dan luas. Pasalnya, pendapatan dari masyarakat di negara tersebut tergolong tinggi, namun produk yang tersedia sangatlah terbatas. "Saya kira ingin memanfaatkan pasar yang ada di empat negara itu di luar negara Uni Eropa. Kita manfaatkan potensi di empat negara itu karena mereka punya daya beli yang besar sekali," terangnya.

Mantan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut menyebutkan saat ini Indonesia sudah mengekspor beberapa produk produk pertanian hingga perhiasan kepada negara-negara tersebut. Saat ini pihaknya, tengah mengkaji kemungkinan penambahan produk yang akan digenjot untuk diekspor kepada empat negara tersebut.

 "Masing-masing negara kalau di Swiss itu banyak ruang untuk tumbuhnya, yang secara tradisional kita ekspor ke Swiss itu emas, komoditi pertanian, sedikit perhiasan dan lain sebagainya. Tentu aja lebih banyak dari itu. Itulah membuka akses dan membaca peluang saya kira jadi tugas," kata Muliaman.

Selain itu lanjut Muliaman dalam perjanjian FTA yang tengah dia susun kepada empat negara tersebut juga akan mencakup investasi perusahaan dari negara non Uni Eropa tersebut untuk masuk ke Indonesia. Akan tetapi, investasi yang akan masuk tersebut akan diintegrasikan lebih dahulu agar masuknya bisa lebih mudah.

"FTA dengan empat negara sudah mencakup perdagangan barang dan jasa serta investasi. Selain Nestle nanti kita buat basis dulu karena Swiss menempatkan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas. Tentu saja kita pendekatannya itu integrasi. Kita maunya memperluas basis. Mungkin bisa kita memanfaatkan teknologinya, sektor keuangannya dan sebagainya ini yang nanti kita jadi integrasikan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: