Bangun peternakan sapi terbesar, Greenfield inginkan perah 50 juta liter susu/tahun

Rabu, 07 Maret 2018 | 14:41 WIB ET
(KB/Purna Budi N)
(KB/Purna Budi N)

BLITAR, kabarbisnis.com: Produsen susu segar, PT Greenfields Indonesia, meresmikan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia yang dapat menampung lebih dari 10.000 ekor sapi perah di Iahan seluas 172 hektar. Peternakan baru Greenfields yang berlokasi di Wlingi, Kabupaten Blitar ini merupakan perluasan dari peternakan Greenfields yang pertama di Babadan, Kabupaten Malang.

Peternakan Greenfields yang kedua di Blitar ini menggunakan mesin-mesin dan teknologi terbaru yang sebeIum ini beIum digunakan di peternakan manapun di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah penggunaan teknologi pemerah susu otomatis dengan sistem berputar, teknologi kandang sapi tertutup yang menggunakan kipas angin sistem hibrida yang mengkombinasikan sistem kipas tiup dan sedot, serta sistem pencahayaan long-day untuk memaksimalkan produktivitas susu sapi.

Pada akhir 2020 nanti, peternakan ini diharapkan mampu mencapai kapasitas maksimum dengan 10.000 sapi perah yang menghasilkan hampir sejumlah 50 juta liter susu segar setiap tahunnya.

“Dengan beroperasinya peternakan yang kedua ini akan terjadi peningkatan produksi susu segar dalam negeri secara signifikan serta memperkokoh posisi Greenfields sebagai produsen susu segar nomor satu di Indonesia. Kami juga ingin memperkenalkan praktik peternakan sapi perah modern sebagai model untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas dari susu segar dalam negeri," kata CEO AustAsia Dairy Group Edgar Collins di sela peresmian peternakan sapi Greenfields di Blitar, Selasa (6/3/2018). Greenfields adalah merek yang dikelola oIeh Austasia Dairy Group, yaitu Dairy Division yang menjadi bagian dari Grup Japfa.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang hadir dalam upacara peresmian tersebut, mengatakan peternakan baru milik Greenfields ini diharapkan mampu mendongkrak produksi susu segar dalam negeri serta menciptakan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Greenfields atas komitmennya untuk berinvestasi membangun peternakan sapi perah modern. Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan penggunaan konten Iokal dalam industri pengolahan susu dan mengurangi impor susu bubuk. Kami ingin meningkatkan pasokan susu segar dalam negeri dari 23% menjadi 41% di tahun 2022. Hal ini hanya dapat terjadi bila ada kemitraan yang kuat antara industri pengolahan susu dan peternak sapi perah lokaI," papar Airlangga Hartarto.

Sejak tahun 2000 Greenfields telah menjadi ekportir besar produk susu segar dari Indonesia. Saat ini sekitar 20% produksinya diekspor ke negara-negara seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Myanmar dan Kamboja. kbc8

Bagikan artikel ini: