Makin perempuan diberi ruang, makin cantik kinerja perusahaan

Jum'at, 09 Maret 2018 | 02:01 WIB ET
(Ilustrasi/istimewa)
(Ilustrasi/istimewa)

Jakarta, kabarbisnis.com: Grant Thornton International merilis laporan tahunan bertajuk “Women in Business 2018” yang mendorong keragaman gender dalam dunia bisnis. Momen Hari Perempuan International yang jatuh setiap tanggal 8 Maret kemarin, dipilih sebagai momentum tepat untuk kembali mengangkat isu keragaman gender dalam dunia bisnis.

Survei dilakukan terhadap 4.995 responden dari 35 negara pada periode Juli-Desember 2017. Adapun kalangan respondennya adalah chief executive officer (CEO), managing director, chairman atau level eksekutif senior.

Laporan ini menyebutkan, terdapat hasil positif dalam isu keragaman gender di dunia bisnis secara global, terutama jumlah perempuan di posisi manajemen senior pada satu perusahaan. Temuannya menyebutkan, bisnis dengan setidaknya satu perempuan di posisi manajemen senior, naik secara signifikan dari 66 persen di tahun lalu menjadi 75 persen pada tahun ini.

Global Leader for Network Capabilities and Sponsor of Women in Leadership Grant Thornton International Ltd, Franscesca Lagerberg, menjelaskan, ada korelasi kuat antara keragaman gender dalam kepemimpinan dan keberhasilan suatu perusahaan. Meski saat ini perempuan yang memiliki peran senior dalam bisnis meningkat, penyebarannya masih sangat kecil.

"Ini masih menandakan konsentrasi bisnis yang terkotak-kotak sehingga keuntungan dari keragaman gender belumlah optimal," ujar Lagerberg dalam siaran pers.

Meskipun terdapat kenaikan, dari sisi persentase wanita yang memegang posisi kepemimpinan senior mengalami sedikit penurunan, yaitu dari 25 persen menjadi 24 persen pada tahun ini. Penurunan ini membuka kemungkinan bahwa penunjukan pemimpin perempuan hanya formalitas belaka. “Agar tidak seluruh kepemimpinan dipegang oleh pria," jelasnya.

Laporan itu menyebutkan, adanya kebijakan dan implementasi kesetaraan gender yang banyak diterapkan dalam dunia bisnis. Kebijakan memberikan upah seimbang antara pria dan perempuan di jenjang sama paling banyak dilakukan, yakni 81 persen dari responden. Kebijakan non-diskriminasi pada rekrutmen di posisi kedua, dengan 65 persen responden, dan paid parental leavesebesar 59 persen responden.

Hasil laporan tahunan ini juga menunjukkan alasan-alasan perusahaan menerapkan kesetaraan gender. Alasan lebih mudah merekrut dan mempertahankan sumber daya manusia (SDM) paling banyak dipakai, yakni 65 persen responden. Alasan sesuai dengan nilai-nilai perusahaan juga tinggi, yakni 65 persen responden, dan mendorong kinerja perusahaan menjadi alasan ketiga yang dipilih oleh 55 persen responden.

Managing Partner Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, menambahkan, keragaman gender tidak hanya soal adanya perwakilan wanita dalam kepemimpinan. Namun, bagaimana suara mereka dapat didengar dan memiliki kekuatan sama dengan pria.

"Perusahaan yang mampu mewujudkan lingkungan kerja inklusif akan menciptakan stabilitas di segala sisi operasional sehingga membuka lebar potensi kinerja perusahaan menjadi lebih baik," kata Johanna. kbc2

Bagikan artikel ini: