Asuransi syariah makin jadi idola, ini gambarannya

Jum'at, 09 Maret 2018 | 02:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri asuransi syariah terus mencatatkan pertumbuhan positif. Riset Sharia Consumer Survey 2016 yang dilakukan oleh Nielsen menyebutkan, sekitar 4.000 responden di 10 kota besar dengan target audience dari kalangan menengah atas menunjukkan, sebanyak 47% responden ingin membeli asuransi konvensional dan 40 persen asuransi Syariah.

"Tahun 2017 industri asuransi syariah tumbuh dengan kuat. Asuransi Syariah di Asia Pacific, Equity fundnya mencapai 26,6 %, Indonesia terbaik dalam pertumbuhannya," kata Director Corporate Communication & Sharia Prudential Nini Sumohandoyo dalam diskusi "Syariah Untuk Semua" di Jakarta.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang ada, dia menyebut terbuka peluang bagi industri asuransi syariah untuk mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Di antaranya menyasar segmen market yang tidak terlalu dijejali oleh para pemain konvensional.

Pakar ekonomi Syariah, Muhamad Syakir Sula menyampaikan, peningkatan industri asuransi jiwa syariah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Industri Syariah dalam lima tahun belakang ini terus tumbuh. Bukan hanya industri fashion syariah, makanan halal tapi juga perbankan dan Asuransi. Perlahan industri syariah menjadi life style,"ujarnya.

Syakir Sula menambahkan, kendala utama industri asuransi syariah adalah permodalan dan sumber daya manusianya, namun saat ini dukungan pemerintah cukup kuat, salah satunya dengan lahirnya Komite Nasional Keuangan Syariah ( KNKS) dengan ketuanya Presiden langsung.

Syakir Sula menyampaikan saat ini Prudential menjadi salah satu top brand dalam industri asuransi syariah di Indonesia, jauh meningkat dibanding perintis industri syariah lainnya

"Beberapa tahun lalu, asuransi syariah belum diminati, penetrasi rendah. Tapi begitu prudential masuk dalam industri asuransi syariah ini pertumbuhannya signifikan sampai 100 persen lebih" ujarnya. kbc1

Bagikan artikel ini: