Tingatkan kualitas apel lokal, Kadin uji coba metode penanaman dari Belanda

Sabtu, 10 Maret 2018 | 18:34 WIB ET
Adik Dwi Putranto
Adik Dwi Putranto

SURABAYA, kabarbisnis.com: Guna meningkatkan kualitas dan produktivitas apel lokal, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur melakukan uji coba metode penanaman apel Belanda di Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Wakil Ketua Bidang Pertanian Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto di Surabaya, Selasa mengatakan, uji coba sudah berjalan selama tiga bulan terakhir dengan luas lahan 1 hektare, dengan potensi panen sekitar 40 ton.

"Kami sengaja melakukan uji coba dulu menggunakan metode Belanda, sebab petani lokal setempat tidak mau menerapkan metode tersebut karena belum diketahui hasilnya, meski telah diterapkan di Belanda dan sukses," terang Adik di Surabaya, Jumat (9/3/2018).

Ia mengatakan, metode yang digunakan berbeda dengan petani lokal, dengan pengaturan daun tanaman dikurangi melalui cara dipotong agar sinar matahari bisa masuk dan membuat apel lebih baik.

"Kalau petani lokal, pohon atau daunnya dibiarkan rimbun, sehingga matahari tidak masuk dan memengaruhi buah," tuturnya.

Mengapa metode Belanda yang diterapkan, kata Adik, karena awal mula tanaman apel di Kota Batu berasal dari Belanda, yang bibitnya dibawa pada masa penjajahan untuk ditanam di Batu.

“Kendalanya saat ini petani lokal tidak mau berspekulasi, sehingga perlu dilakukan uji coba dan ini masih berlangsung selama tiga bulan," katanya.

Adik mengakui, dalam uji coba tiga bulan terakhir sudah berjalan bagus karena kondisi tanah yang mendukung dan bagus.

"Beberapa ahli pertanian asal Belanda mengakui kondisi tanah di Batu sudah bagus, dengan penerapan motode tersebut diharapkan hasilnya bisa maksimal," katanya.

Sementara itu, organisasi asal Belanda yang diajak kerja sama Kadin Jatim adalah organinasi nirlaba "PUM Netherland" dengan melibatkan 25 kelompok tani dari Malang Raya yang mendapat pelatihan atau pendampingan.

Sebelumnya, perwakilan dari Belanda, Country Coordinator PUM Netherland Joost Can Oort mengatakan kerja sama ini tidak hanya akan dilakukan di sektor pertanian apel, namun dikembangkan di sektor lainnya seperti peningkatan kinerja UMKM.

“Selain di bidang pertanian, kerja sama ini bisa kita tingkatkan ke sektor atau bidang lainnya seperti UMKM. Harapan kami, kerja sama ini minimal dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Jatim," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: