Bekraf fasilitasi akses permodalan pelaku ekonomi kreatif dengan perbankan syariah

Rabu, 14 Maret 2018 | 09:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengundang lima perbankan syariah untuk bertemu dengan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Jawa Tengah. Bekraf memfasilitasi 200 pelaku ekraf mengakses pembiayaan perbankan syariah melalui acara Shana Banking for Cretaive Business.

"Business matching yang digelar Bekraf untuk mempertemukan pelaku ekraf dan perbankan syariah ini adalah upaya Bekraf mempermudah pelaku ekraf mengakses pembiayaan yang ditawarkan perbankan syariah, untuk mengembangkan bisnis mereka sekaligus mengetahui persyaratan untuk mengaksesnya," ucap Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, di Hotel Grand Wahid Salatiga, Selasa (13/3/2018).

Menurut Fajar, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. Dia mencontohkan beberapa daerah seperti Kota Semarang, Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas memiliki industri unggulan seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan.

Ekonomi kreatif menyumbang hampir Rp 1.000 triliun pada PDB nasional. Selain itu, perbankan syariah sebagai salah satu sumber pembiayaan diharapkan bisa menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha ekraf, untuk mengembangkan usaha yang berpotensi meningkatkan PDB nasional.

Akses permodalan merupakan salah satu permasalahan dalam mengembangkan perekonomian. Di Indonesia, sumber permodalan Rp 6.000 triliun terdapat di perbankan dan hanya Rp 11 triliun di perusahaan modal ventura. Bekraf berupaya menawarkan solusi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang bisa berupa merk, hak cipta, dan paten sebagai jaminan mengakses pembiayaan perbankan.

Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Jamal Mirdad mengatakan, pemerintah serius mengembangkan potensi industri kreatif untuk menopang perekonomian masyarakat, khususnya di Jateng. Menurutnya banyak daerah di Jateng yang mempunyai potensi industri kreatif.

"Beberapa daerah di Jateng seperti Kabupaten Pekalongan, Banyumas, Sukoharjo memiliki banyak potensi industri kreatif khususnya kerajinan tangan. Kami dari DPR menginginkan, ekonomi kreatif lebih ditegakkan, dan terkemuka karena barang hasil kerjian anak bangsa mempunyai nilai jual tinggi," kata Jamal.

DPR, lanjutnya, tengah merumuskan beberapa cara yang dinilai efektif untuk memasarkan produk hasil dari industri kreatif. Sebab, saat ini masalah pemasaran masih menjadi kendala utama para pelaku industri kreatif untuk berkembang. Untuk itu, DPR melalui Komisi X kini sedang berkeliling Nusantara guna memetakan daerah mana yang potensial untuk dijadikan target pasar. kbc10

Bagikan artikel ini: