Tahun ini, suku bunga KPR diprediksi masih stagnan

Rabu, 14 Maret 2018 | 09:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri perbankan memprediksi suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) masih sulit untuk naik di tahun ini. Rencana Bank Sentral Amerika Serikat The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan tahun ini diperkirakan belum akan mempengaruhi laju suku bunga KPR di tahun 2018.

Direktur Retail Banking PT Bank Permata Tbk, Bianto Surodjo menjelaskan, suku bunga KPR di tahun 2018 sepertinya akan flat atau datar. Jikapun ada pergerakan tidak terlalu besar.

“Namun demikian, suku bunga bukan segalanya karena Bank Permata selalu mengedepankan inovasi dari produk-produk KPR baik untuk konvensional maupun syariah,” jelas Bianto, Selasa (13/3/2018).

Di samping itu, menurutnya, dengan 5 Days Mortgage Guarantee, Bank Permata yakin dapat berkompetisi dengan pemain utama KPR di pasaran. Tercatat per 28 Februari 2018, suku bunga dasar kredit KPR Bank Permata ada di level 10,30%.

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) juga melihat kemungkinan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) stabil di tahun ini.

Direktur Bisnis Konsumer CIMB Niaga, Lani Darmawan menjelaskan, pihaknya terus memantau keadaan pasar dan juga berusaha menjaga biaya dana atau cost of fund (COF) untuk optimal dengan fokus pada dana murah.

“Jika COF bisa turun maka kami juga perhitungkan untuk KPR (suku bunga turun). Namun saat ini bunga KPR bervariasi juga tergantung relationship dan faktor risiko,” jelas Lani belum lama ini.

Menurutnya, tren suku bunga KPR kemungkinan akan cenderung stabil. Catatan saja, per 28 Februari hingga 30 Maret 2018 suku bunga dasar kredit KPR CIMB Niaga sebesar 9,50%.

“Dalam dua tahun terakhir ini sudah turun (suku bunga KPR) sekitar 3% hingga 4%,” ujar Lani.

Sementara PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) justru berencana untuk menurunkan suku bunga KPR di tahun 2018. Hal ini ditempuh sebagai salah satu upaya untuk menyediakan pembiayaan rumah yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Direktur BTN Mahelan Prabantarikso menjelaskan, untuk suku bunga KPR yang baru rencananya akan semakin menurun seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7 day reverse repo rate (BI7DRRR) yang belum naik.

“Namun posisi ini kita akan melihat kembali di semester II tahun 2018. Karena berdasarkan chief ekonom, posisi BI7DRRR diperkirakan akan naik sekitar 50 bps sampai 100 bps. Jadi perkiraan kita BTN tetap di single digit namun disesuaikan dengan acuan yang kemungkinan naik,” jelas Mahelan.

Mahelan menjelaskan, kalaupun bunga KPR turun tahun ini rentang penurunannya sekitar 50 bps sampai 200 bps.

Sementara bagi KPR yang lama, BTN pun akan rekomposisi ulang suku bunga untuk menyesuaikan kembali dengan market. “Maka penurunannya (suku bunga KPR lama) akan kita sesuaikan dan dilakukan secara bertahap. Ke depan secara rata-rata kita akan single digit,” jelas Mahelan.

“Sepanjang tahun 2017, suku bunga realisasi baru KPR sudah turun 50 bps sampai 100 bps, untuk realisasi KPR lama bertahap turun sekitar 50 bps hingga 150 bps di tahun lalu,” pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: