Bakti Pendidikan Djarum Fundation bekali 500 mahasiswa dengan soft skill

Minggu, 18 Maret 2018 | 19:19 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bakti Pendidikan Djarum Foundation melalui program Djarum Beasiswa Plusnya menyelenggarakan pelatihan Leadership Development bagi 500 mahasiswa yang berasal dari 91 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka merupakan Beswan Djarum angkatan 2017/2018. Rangkaian Leadership Development digelar sebanyak 8 batch di dua kota yaitu Yogyakarta dan Surabaya selama dua bulan dimulai sejak 17 Januari hingga 17 maret 2018.

“Djarum Foundation percaya bahwa untuk mencetak manusia Indonesia yang tangguh dan berwawasan tinggi, tidak hanya dari aspek intelektual saja. Mereka  memerlukan pembekalan soft skills yang akan melatihnya menjadi sosok yang cakap secara emosional. Karenanya program beasiswa prestasi Djarum Beasiswa Plus berfokus memberikan beragam pelatihan keterampilan lunak atau soft skills, salahsatunya ialah Leadership Development,” ucap Laksmi Lestari, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, di sela-sela acara Leadership Development batch VIII yang diadakan di Surabaya akhir pekan kemarin.

Pada pelatihan soft skills yang selenggarakan selama tiga hari tersebut, para Beswan Djarum diberi beragam pembekalan dengan pemateri yang merupakan ahli di bidangnya. Diantaranya: Effective Written Communication oleh penulis Margareta Astaman, lalu jurnalis televisi Riko Anggara yang membawakan Effective Oral Communication, dan Motivating Others serta What Leaders Do yang dibawakan oleh motivator James Gwee.

Selain tiga materi di atas, terdapat berbagai materi lain yang tidak hanya memperkaya wawasan tapi juga berguna bagi pembentukan karakter diri seperti Emotional Intelligence yang menjadi sesi pendahuluan. Dan bertujuan melatih mahasiwa memilki kesadaran diri, mengelola emosi  sendiri, memiliki empati dan kecakapan sosial dalam merespon situasi di luar dirinya, dengan tepat.

Lalu terdapat materi Articulating Vision melatih Beswan Djarum menjadi sosok pemimpin dengan visi kuat. Dimulai dengan membangun pemahaman bahwa visi adalah deskripsi tentang perubahan masa depan yakni tujuan akhir yang ingin dicapai di masa depan. Visi yang baik itu bisa dibayangkan oleh orang lain, bernilai luhur, mudah dimengerti, berdimensi waktu dan tentunya bernilai luar biasa.

Penulis dan esais Margareta Astaman mengutarakan, generasi muda yang dalam 10-20 tahun dari sekarang akan menjadi pemimpin di bidang kerja masing-masing harus mampu mengkomunikasikan visi mereka secara tepat dalam materi Effective Written Communications.

“Ditambah lagi banjirnya konten online sangat mempengaruhi generasi saat ini dalam mengkonsumsi dan mengolah informasi. Generasi muda harus mampu mengatasi kecenderungan untuk melihat informasi di permukaannya saja, agar dapat menyaring informasi dan isu yang perlu mendapat perhatian, sehingga bisa menghasilkan visi yang benar-benar tepat untuk masa mendatang,” Ujar Margareta.

Selaras dengan pembentukan visi yang tepat itu, para Beswan Djarum juga diharapkan bisa menyampaikannya secara baik. “Saya tidak berharap mereka langsung jago public speaking layaknya seorang profesional. Yang penting adalah ketika di masa depan mereka menemukan kesulitan, apa yang kita bahas dan praktikkan saat Leadership Development ini bisa menjadi opsi untuk menyelesaikan masalah dan menjawab tantangan hingga akhirnya mereka bisa berbicara dan bertindak seperti seorang pemimpin,” ucap Riko Anggara, pemateri Effective Oral Communications.

Sementara itu, James Gwee selaku pengisi materi Motivating Others menekankan jika pemimpin yang baik ialah orang yang mampu memberi motivasi dan menggerakkan orang lain untuk melakukan perubahan. Dalam Leadership Development ini, James Gwee memberikan bekal berharga kepada Beswan Djarum untuk punya tekad berkembang.

“Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari hasil, tapi juga dari proses dimana tiingkah laku dari sosok pemimpin itu hal penting. Pelatihan ini memberikan bekal yang Beswan Djarum perlu selalu gunakan dan kembangkan. Karena esensi memotivasi orang lain, dapat dilakukan dengan teladan, yakni contoh pemimpin berkarya dan mengembangkan kemampuan iri sendiri dulu,” pungkas James Gwee.kbc6

Bagikan artikel ini: