Ekonomi membaik, premi asuransi jiwa 2018 diprediksi tumbuh 20%

Selasa, 20 Maret 2018 | 07:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimistis industri asuransi jiwa bakal tumbuh positif seperti tren yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua AAJI Hendrisman Rahim mengatakan, dalam beberapa tahun ke belakang rata-rata pertumbuhan premi di sektor industri ini mencapai dua digit. Makanya, di tahun ini pertumbuhan premi pun diyakini masih bisa di atas 20%.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang bisa mendorong kinerja asuransi jiwa di tahun ini. Diantaranya prospek pertumbuhan ekonomi lebih baik yang diyakini bisa meningkatkan daya beli masyarakat, seperti untuk produk-produk asuransi.

Kemudian, literasi dan edukasi yang lebih baik juga ikut mendorong permintaan akan produk asuransi. Termasuk sebagai salah satu alternatif dalam investasi.

Faktor lain yang juga bisa memengaruhi adalah upaya pelaku usaha untuk makin mendekatkan diri dengan calon konsumen. Baik dengan perluasan jaringan, penguatan saluran pemasaran, maupun dengan peluncuran produk-produk baru. "Karena itu walau tahun ini disebut tahun politik tapi prospek bisnis kami lihat masih cukup besar," kata Hendrisman, Jumat (16/3/2018).

Di tahun lalu, AAJI mencatat, industri asuransi jiwa mengantongi premi sebesar Rp 195,72 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan premi 20%, maka perolehan premi di tahun ini setidaknya bisa mencapai Rp 234,86 triliun.

Awal tahun menggeliat

Menurut Hendrisman, kondisi bisnis di awal tahun ini terbilang cukup kondusif. Sehingga membuka peluang bagi industri asuransi jiwa untuk mencatatkan pertumbuhan premi dua digit di periode tiga bulan pertama tahun ini.

Beberapa inisiatif yang dilakukan pelaku usaha di tahun lalu diyakini bisa menunjukan hasil di awal tahun ini. Misalnya saja dari penambahan produk dan jaringan. "Ini efeknya akan terasa di awal 2018 ini," kata Hendrisman.

Ia yakin pada kuartal pertama tahun ini, industri asuransi jiwa bisa mengantongi premi setidaknya lebih tinggi 20% dari periode yang sama di tahun lalu. Dimana pada triwulan I 2017, AAJI mencatat, perolehan premi sebanyak Rp 43,17 triliun.

Direktur Utama PT BRI Life Rianto Djojosugito mengamini perolehan premi di kuartal I tahun ini mulai menggeliat. Sepanjang tahun ini, BRI Life memasang target premi sebesar Rp 6 triliun. Sedangkan di tahun 2017 lalu, anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini mengantongi premi sebesar Rp 3,9 triliun.

PT Asuransi Jiwa Taspen alias Taspen Life juga mencatatkan kinerja apik di awal tahun ini. Direktur Utama Taspen Life Marso Sumaryono mengatakan, hingga Februari 2018, perusahaannya mencatatkan premi sebesar Rp 72 miliar. Jumlah ini meningkat sekitar 40% bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Sedangkan sepanjang tahun ini, anak usaha PT Taspen tersebut menargetkan pertumbuhan premi sebesar 40%. Sebagai gambaran, realisasi premi Taspen Life di 2017 mencapai Rp 494,5 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: